pulsa-logo

Ericsson: Pelanggan 5G Akan Capai 1,5 Miliar di 2024


Fauzi

Kamis, 20 Desember 2018 • 20:38

Ericsson,Ericsson Mobility Report,5G,teknologi 5G


Ilustrasi, Image: ShutterstockIlustrasi, Image: Shutterstock

Teknologi 5G diperkirakan akan menjangkau lebih dari 40 persen populasi global dan jumlah langganan akan mencapai 1,5 miliar sehingga mobile broadband meningkat pada akhir tahun 2024.

Berdasarkan laporan terkini dari Ericsson bertajuk Mobility Report, kunci utama untuk peluncuran teknologi 5G ini termasuk peningkatan kapasitas jaringan, biaya per gigabyte yang lebih rendah dan persyaratan penggunaan baru.

Pemanfaatan NB-IoT (Narrowband-Internet of Things),  teknologi standar berdaya rendah  yang mampu menjangkau area yang luas sehingga memungkinkan berbagai penyelenggaraan perangkat dan layanan IoT, dan teknologi Cat-M1, teknologi selular baru yang dirancang khusus untuk kebutuhan aplikasi terkait komunikasi IoT, akan mendorong pertumbuhan koneksi selular IoT di seluruh dunia. Dari perkiraan koneksi selular IoT 4,1 miliar di tahun 2024, 2,7 miliar di antaranya diperkirakan berasal dari Asia Timur Laut (Cina, Jepang, Mongolia, Korea Utara dan Korea Selatan) yang mencerminkan ambisi dan ukuran pasar IoT selular di wilayah ini.  

Sejumlah persyaratan terkait penyelenggaraan teknologi 5G yang terus berevolusi akhirnya mendorong penyedia layanan untuk mulai menggunakan NB-IoT dan Cat-M1 di pasar mereka.

Trafik layanan data seluler tumbuh 79%

Total jumlah pelanggan seluler pada Q3 2018 lalu mencapai 7,9 miliar, dengan penambahan pelanggan baru sebesar 120 juta. Cina memiliki penambahan bersih paling banyak (+37 juta), diikuti oleh India (+31 juta) dan Indonesia (+13 juta). Pada Q3 2018, pertumbuhan trafik layanan data mendekati 79 persen dari tahun ke tahun dan ini merupakan pertumbuhan tertinggi sejak 2013. Antara 2018 – 2024, total trafik layanan data secara global diharapkan naik 5 kali lipat, dengan jaringan 5G diperkirakan akan memberikan kontribusi sebesar 25 persen dari total trafik data pada akhir periode.

Di Asia Tenggara dan Oceania (tidak termasuk India dan Cina), WCDMA dan HSPA masih menjadi teknologi yang dominan, yaitu mewakili 48% dari keseluruhan pelanggan data seluler. Namun, langganan LTE tumbuh 70 persen selama 2018 dan mewakili pangsa pasar sebesar 26 persen. Pertumbuhan LTE diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 63 persen dari keseluruhan langganan pada tahun 2024 di wilayah tersebut.


Pertumbuhan trafik layanan data pada setiap smartphone aktif (GB per bulan) di wilayah ini akan semakin kuat, dari 3,8 GB setiap bulannya diiperkirakan akan menjadi 19 GB setiap bulannya pada tahun 2024.  

Menurut data analisis Ericsson dari App Annie 2018, rata-rata konsumsi data seluler per bulan di Indonesia menunjukkan peningkatan. Persentase pengguna yang mengonsumsi lebih dari 10GB data per bulan telah meningkat dari 12% pada bulan Oktober 2017 menjadi 26,8% pada bulan Oktober 2018. Peningkatan terbesar konsumsi data seluler adalah pada penggunaan aplikasi media sosial seperti WhatsApp (+153%), Youtube (+111%), Instagram (+41%), dan Facebook (30%). Selain lebih banyak penggunaan, konten video juga merupakan pendorong utama konsumsi data di Indonesia.

Fredrik Jejdling, Executive Vice President dan Head of Business Area Networks, mengatakan seiring dengan terselenggaranya 5G di pasar, ketersediaan jangkauan dan pemanfaatan teknologi ini diperkirakan akan lebih cepat dibanding teknologi generasi sebelumnya.

“Bersamaan dengan itu, pertumbuhan IoT selular juga semakin kuat. Apa yang kita lihat saat ini baru awal dari perubahan fundamental yang akan memberikan dampak signifikan pada konsumen dan industri," paparnya.

Sementara Jerry Soper, President Director of Ericsson Indonesia, turut berkomentar dengan mengatakan teknologi 5G menjanjikan kemampuan baru yang akan berdampak pada kehidupan masyarakat dan mengubah bagaimana industri dijalankan.

Namun, lanjut Jerry, perlu diingat bahwa perubahan ini hanya akan terjadi melalui kerjasama antara para pelaku industri dan pengatur kebijakan terkait berbagai aspek seperti pengadaan spektrum, standar, dan teknologi.

“Ericsson berkomitmen untuk mendukung pemerintah, operator telekomunikasi, dan pelaku industri di Indonesia dalam penyelenggaraan teknologi generasi baru ini. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan berbagai mitra untuk memperlihatkan seberapa jauh kemampuan teknologhi ini di Indonesia melalui serangkaian uji coba 5G," ungkap Jerry.

Seperti teknologi akses seluler sebelumnya, 5G diharapkan untuk digunakan pertama kali di daerah perkotaan padat dengan peningkatan akses mobile broadband berkemampuan tinggi serta fixed wireless. Contoh kasus penggunaan lainnya akan dilakukan pada berbagai industri seperti otomotif, manufaktur, utilitas, dan kesehatan. (Ozi)

Sumber: PR