pulsa-logo

Kamera iPhone XR, Jomblo Tapi Oke


Ahmad S.

Jum'at, 21 Desember 2018 • 00:41

iphone xr, iphone, kamera, single camera, kamera satu, jomblo, sedih, haha, review


Keluarga Apple iPhone X terbaru telah resmi dijual di Indonesia melalui grup Erajaya. Kali ini giliran iPhone XR yang masuk ke meja redaksi PULSA. Produk ini merupakan varian termurah dari keluarga iPhone X anyar, menemani iPhone Xs dan Xs Max. Tapi jangan kaget kalau secara resmi harga iPhone anyar yang disebut termurah ini mulai dijual di angka Rp 15.200.000. Bukan definisi murah untuk semua orang, meskipun memang lebih murah dari iPhone Xs dan Xs Max yang masing-masing dibanderol mulai dari Rp 20.500.000 dan Rp 22.500.000.

Sesuai dugaan, banyak hal yang dipangkas. Mulai dari kamera, layar, hingga sejumlah fitur kekinian yang sebelumnya hadir di varian Xs dan Xs Max harus dikorbankan demi harga yang lebih terjangkau. 

Fitur Kamera Dipangkas

Outdoor (compressed for web), 3024 x 4032 px, f/1.8, HEICOutdoor (compressed for web), 3024 x 4032 px, f/1.8, HEIC

Setelah membahas bagian desain, atau semua yang bisa kita lihat dan rasakan di tulisan sebelumnya. Maka kali ini kita maju ke parameter lain. Ya, sesuai judul kita akan membahas faktor Imaging atau fokus pada kemampuan kamera ponsel flagship ini.

Kamera menjadi salah satu yang mengalami pemangkasan. Mengingatkan kita pada produk iPhone 7 dan iPhone 8 yang membawa konfigurasi kamera berbeda dengan versi Plusnya. Ketika versi Plus membawa konfigurasi dua kamera, maka kedua ponsel ini hanya membawa satu kamera utama saja.

Kira-kira seperti itulah iPhone XR jika dibandingkan dengan iPhone Xs dan Xs Max. Alih-alih ditemani oleh sebuah lensa dengan kemampuan telefoto, kamera utama iPhone XR berstatus jomblo alias sendirian saja. Namun demikian, bukan berarti kamera tunggal pada iPhone XR jadi lebih buruk dari versi yang lebih mahal. Bisa jadi justru Anda tidak membutuhkan fitur-fitur tambahan yang dimungkinkan oleh hadirnya kamera kedua pada iPhone tersebut.


Faktanya, kamera yang dibawa iPhone XR merupakan kamera yang sama dengan iPhone XS, terutama di konfigurasi lensa widenya. Dengan sensor ber-aperture sama f/1.8, resolusi 12 MP, dengan ukuran focal length 26 mm dan juga mendukung optical image stabilization, maka kamera iPhone XR di atas kertas akan menghasilkan gambar yang sama dengan kamera iPhone Xs.

iPhone XS dan XS max memang memiliki keuntungan. Dengan tambahan kamera telefoto, kamera iPhone Xs secara otomatis bisa memanfaatkan dua lensa ini untuk menangkap gambar dalam mode-mode tertentu. Salah satunya adalah fitur portrait yang lebih dramatis. Saat digunakan menggunakan portrait mode, iPhone Xs akan mengambil gambar yang lebih sempit, memanfaatkan lensa telefoto yang melakukan zooming optical. Sementara di iPhone XR akan terasa lebih wide, karena tidak memiliki dukungan optik tambahan.

Di iPhone XS dan sejumlah iPhone berkamera ganda lain, kita seakan-akan punya dua lensa yang terpisah. Layaknya sebuah DSLR. Ketika digunakan untuk memotret mode portrait, iPhone XS akan beralih mnggunakan lensa 52 mm telefoto (kamera kedua dari iPhone ini), sementara iPhone XR hanya mengandalkan satu  lensa, yaitu 26 mm wide angle.

Foto portrait mana yang lebih bagus, akan kembali pada selera Anda. Tapi kalau bicara soal kualitas warna, ketajaman gambar, dan pencahayaan yang ditampilkan, iPhone XR dan Xs akan menghasilkan foto yang kurang lebih setara.

Singkat kata, iPhone XR akan kehilangan lensa telefoto, 2x zoom optikal, data kedalaman gambar yang lebih realistis, mode portrait yang lebih banyak, dan kemungkinan melakukan framing yang lebih dramatis. Selain itu sama saja. Kalau Anda tidak membutuhkan yang saya sebutkan di atas, iPhone XR sudah cukup.

Indoor (compressed for web), 4032 x 3024 px, f/1.8, 4.25 mm, HEICIndoor (compressed for web), 4032 x 3024 px, f/1.8, 4.25 mm, HEIC

Peningkatan Pada Warna

Sebelum menulis iPhone XR, PULSA selama ini menggunakan iPhone 8 Plus. Dan yang kami rasakan pertama kali adalah peningkatan pada kemampuan mengambil gambar low light dan warna yang lebih mencolok.

Outdoor Low Light (compressed for web), 4032 x 3024, f/1.8, 4.25 mm, HEICOutdoor Low Light (compressed for web), 4032 x 3024, f/1.8, 4.25 mm, HEIC

Ketika digunakan untuk memotret langit pagi dan sore, yang sejatinya cukup gelap, kamera iPhone XR mampu menghasilkan gambar yang terang dengan nilai kontras yang tetap terjaga. Tidak membuatnya over exposure, sekaligus menghilangkan sejumlah bayangan gelap. Hal ini berlaku untuk foto dan video.

iPhone 8 Plus saja, saat awal penggunaan berhasil memukau kami dengan hasil foto low light yang lumayan. Sebuah peningkatan dari produk sebelumnya. Nah, di iPhone XR ini ada tambahan kualitas lagi.

outdoor (compressed for web), 4032 x 3024 px, f/1.8, 4.25 mm, HEICoutdoor (compressed for web), 4032 x 3024 px, f/1.8, 4.25 mm, HEIC

Foto makro, dan outdoor pada umumnya menghasilkan foto yang memuaskan. Sudah uploadable tanpa perlu banyak diutak-atik. Warna yang dihasilkan mampu menyeruak, tanpa harus menjadi lebay, sementara gambar juga tetap tajam. Oke, saya menemukan ada perubahan karakter ketimbang kamera ponsel sebelumnya yang cenderung ke arah natural. Di sini, iPhone mencoba sedikit meningkatkan aspek warna sehingga terlihat lebih cemerlang. Tapi seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, bahwa peningkatan ini tidak ke tahap lebay, atau mengada-ada. 

Ini bukan hal yang jelek. Justru sebaliknya, dengan iPhone XR dan iPhone X generasi anyar ini (Xs dan Xs Max), maka kita bisa mengurangi kebutuhan aplikasi editing foto.

Ditambah mode HDR pintar, beberapa pengambilan di luar ruangan berhasil memuaskan kami. Foto-foto yang kami ambil jarang memunculkan artefak, meski pada obyek dengan warna yang cenderung sama dan membelakangi cahaya.

Mode Portrait Makin Halus

Meski tidak menggunakan dua lensa kamera, iPhone XR mampu menghasilkan foto portrait yang mumpuni. Kita bisa langsung menilai bahwa foto portrait yang diambil berhasil meningkatkan nilai dari foto yang dihasilkan. Sesuai dengan tujuan mode ini dibuat, satu obyek foto akan terlihat lebih mencolok dibandingkan obyek lain, atau dalam hal ini adalah background, sehingga lebih fokus dan artistik.

Portrait (compressed for web), 3024 x 4032 px, f/1.8, 4.25 mm, JPEGPortrait (compressed for web), 3024 x 4032 px, f/1.8, 4.25 mm, JPEG

XR tidak dibantu oleh lensa tambahan, untuk itu secara pintar sensor kamera harus mengenali obyek utama dan memisahkannya dengan obyek yang ada di latar belakang. Informasi kedalaman yang dihasilkan akan tidak seakurat kamera yang berlensa ganda. Tapi XR berhasil melakukannya dengan baik. 

Bagian tepi obyek utama foto terlihat halus dan tidak melakukan shifting yang aneh-aneh. Hal ini kami lihat di beberapa percobaan. Dan semuanya memperlihatkan hasil yang sama.

Portrait (compressed for web), 3024 x 4032 px, f/1.8, 4.25 mm, JPEGPortrait (compressed for web), 3024 x 4032 px, f/1.8, 4.25 mm, JPEG

Kamera Selfie Berbeda Pendekatan

iPhone XR dan keluarga X anyar sempat dikomplain oleh pengguna karena kamera selfie mereka dipercaya melakukan beauty mode secara diam-diam. Sebuah penjelasan masuk akal muncul dari Sebastiaan de With di blog ini menyatakan bahwa iPhone XR, Xs dan Xs Max melakukan pendekatan berbeda pada kamera depannya.

Dimana kini iPhone cenderung berkomnsentrasi mengurangi noise, sehingga menurunkan level gelap di area berbayang. Menjaga  detil foto, namun berimbas pada berkurangnya ketajaman akibat nilai kontras yang juga mengalami penurunan.

Secara kasat mata sih tidak terlalu mengganggu untuk kami. Efek yang langsung terasa adalah kita terlihat lebih baik di hasil foto selfie iPhone XR. Hehe.

Tetap Kamera Apik untuk Mobile Videografi

Pada sektor video, kamera iPhone XR tetaplah sebuah kamera yang bisa diandalkan. Kamera ini bisa merekam video hingga resolusi 4K dalam frame rate 60 fps dan opsi slow mo hingga 240 fps di resolusi 1080p. Juga dengan membawa teknologi OIS dan cinematic video stabilization, kita bisa mengharapkan video yang lebih steady di resolusi 720p dan 1080p.