pulsa-logo

Apa Itu Cryptocurrency?


Aldrin Symu

Jum'at, 28 Desember 2018 • 16:10

cryptocurrency, bitcoin, techno,


image: blockchain indo 2018image: blockchain indo 2018

Pada 11-12 Mei 2018 lalu, di Jakarta diadakan Blockchain Indo 2018. Blockchain Indo 2018 ini merupakan konferensi dan pameran internasional tentang blockchain, fintech dan aset digital. Acara ini dihadiri oleh hampir 1000 orang dari seluruh dunia yang terdiri dari pembicara ahli, peserta dan peserta pameran. Beberapa topik yang dibahas di antaranya adalah peraturan tentang aset digital, evolusi crypto dalam manajemen keuangan, wanita dalam blockchain dan blockchain dalam bisnis bunga. Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut ‘cryptocurrency’. Untuk memahami cryptocurrency, kita akan membahas apa itu Bitcoin. Lalu, apa itu Bitcoin? Berikut sedikit penjelasannya.

Bitcoin

Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang dibuat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dia rancang, dan juga menggunakan jaringan ‘peer-to-peer’ (P2P) tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal di mana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi .

Tidak seperti mata uang pada umumnya, Bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa Bitcoin-bitcoin hanya dapat dihabiskan oleh orang yang memilikinya, dan tidak pernah boleh dilakukan lebih dari satu kali.

Desain dari Bitcoin memperbolehkan untuk kepemilikan tanpa identitas (anonymous) dan pemindahan kekayaan. Bitcoin-bitcoin dapat disimpan di komputer pribadi dalam sebuah format file wallet atau di simpan oleh sebuah servis wallet pihak ketiga, dan terlepas dari semua itu Bitcoin-bitcoin dapat di kirim lewat internet kepada siapapun yang mempunyai sebuah alamat Bitcoin. Topologi ‘peer-to-peer’ Bitcoin dan kurangnya administrasi tunggal membuatnya tidak mungkin untuk otoritas atau pemerintahan manapun untuk memanipulasi nilai dari Bitcoin atau menyebabkan inflasi dengan memproduksi lebih banyak Bitcoin.

Seperti yang sudah disebut diatas, Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency. Cryptocurrency ini pertama kali di deskripsikan oleh Wei Dai pada tahun 1998 dalam milis cypherpunks. Bitcoin mengandalkan pada jumlah pemindahan diantara rekening publik menggunakan kriptografi kunci publik. Semua transaksi terbuka untuk umum dan disimpan dalam sebuah database yang didistribusikan. Untuk mencegah pengeluaran ganda, jaringan mengimplementasikan sebuah server waktu yang didistribusikan, menggunakan ide perantaian bukti.

 


 

image: wikipedia.orgimage: wikipedia.org

Secara singkat cara kerjanya, ketika ada dua pihak yang ingin bertransaksi, masing-masing akan menyerahkan private key dan public key melalui aplikasi ke jaringan Bitcoin. Setelah itu, akan muncul peringatan dalam sistem yang memberitahu para penambang atau miner sedang terdapat transaksi. Penambang kemudian melakukan verifikasi dan membuat satu blok tersendiri yang berisi ribuan transaksi. Blok tersebut dienkripsi sehingga memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Setelah itu, blok tersebut akan masuk ke dalam sistem dan para penambang akan mencoba mencocokkannya. Penambang kemudian akan melakukan validasi dari transaksi itu. Penambang yang paling cepat bisa memecahkan algoritma akan mendapatkan koin.

Perbedaan moneter

Berbeda dengan mata uang flat konvensional, bitcoin berbeda dalam hal tidak adanya kepengawasan yang dapat mengontrol nilai dikarenakan sifatnya yang desentralisasi, pengurangan sirkulasi dapat menyebabkan ketidakstabilan yang biasanya disebabkan oleh bank - bank sentral. Terdapat pula pengontrolan inflasi secara terbatas yang diimplementasikan dalam perangkat lunak Bitcoin, tetapi itu dapat diprediksi dan diketahui oleh semua pihak. Karena itu inflasi tidak dapat dimanipulasi dari sentral untuk memengaruhi redistribusi nilai dari khalayak umum.

Legalitas

Legalitas penggunaan Bitcoin berubah-ubah secara cepat diseluruh dunia, beberapa negara seperti Thailand melarang Bitcoin, negara Jerman memberikan status legal dan beberapa negara seperti Cina membatasi penggunaan bitcoin. Pada 6 Februari 2014, Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia. Masyarakat Indonesia dihimbau untuk berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya. Segala risiko terkait kepemilikan/penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik/pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya.

Dikutip dari Wikipedia dan berbagai sumber