pulsa-logo

Samsung Pamer Produk AI, IoT, dan 5G di CES 2019


Aldrin Symu

Selasa, 08 Januari 2019 • 15:35

samsung, ces 2019,


image: news.samsung.com

Samsung Electronics hari ini (8/1/19) mengumumkan bagaimana investasi dan kepemimpinannya dalam AI, IoT, dan teknologi 5G akan digunakan sebagai fondasi visinya untuk mewujudkan Connected Living. Samsung juga menampilkan platform robotik masa depan yang didukung AI, yang dapat digunakan untuk mengatur aktivitas sehari-hari, seperti membantu para lansia mengatur rutinitas kesehatan mereka secara mandiri.

“2019 adalah ulang tahun ke-50 Samsung Electronics, dan selama lima dekade terakhir, kami selalu berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang bermakna untuk konsumen di mana pun mereka berada,” ucap HS Kim, President and CEO of Consumer Electronics Division, Samsung Electronics. “Di tahun 2019, kami membawa hal-hal ini ke level berikutnya, dan memanfaatkan kepemimpinan kami di industri untuk merealisasikan visi Hidup Terkoneksi,” tambah Kim.

Akselerasi Intelligence of Things dengan IoT, 5G, dan AI

Untuk mewujudkan filosofi Connected Living, Samsung menggarap Intelligence of Things – IoT, 5G, dan AI yang bekerja antar perangkat, untuk menghasilkan pengalaman connected living yang mulus. Pada konferensi pers CES di Las Vegas hari ini, Samsung menjelaskan bagaimana pengembangan teknologi inti ini memampukan inovasi dihasilkan pada seluruh portfolio produk mereka.

Sejak menyatukan aplikasi SmartThings dan memperkenalkan SmartThings Cloud, ekosistem SmartThings telah berkembang secara signifikan. Jumlah pengguna SmartThings yang terdaftar tumbuh 220 persen dan pemasangan aplikasi tumbuh 61 persen. Jumlah partner yang berpartisipasi dalam ekosistem ini juga bertumbuh 44 persen. Kini, konsumen dapat menikmati pengalaman SmartThings dengan perangkat dari merk global terkemuka seperti Amazon, Google, Bose, Sylvania, and Plume.

Samsung adalah pemegang paten ETSI (European Telecommunication Standards Institute) nomor satu, dengan mendaftarkan lebih dari 2000 paten dasar 5G per November 2018. Samsung juga merupakan perusahaan pertama di dunia yang memperoleh persetujuan FCC untuk peralatan komersial 5G. Samsung mendukung komersialisasi network di 5G rumah dan mobile dengan provider-provider USA terkemuka dan 3 provider mobile di Korea, dengan percobaan tambahan yang sedang berjalan di Eropa dan Asia. Samsung juga berkomitmen untuk meletakkan kekuatan 5G dalam tangan konsumen, dengan smartphone 5G yang akan dihadirkan pada paruh pertama 2019.


Samsung meyakini bahwa AI paling berguna ketika AI membantu menyederhanakan dunia yang kompleks. Untuk mencapai ini, Samsung membangun tujuh Global AI Centers, dan memasukkan teknologi unik ini ke dalam rangkaian produk dan jasanya. Dan untuk memastikan Samsung bekerja dengan orang-orang terbaik dalam bidangnya, Samsung NEXT dan Samsung Strategy and Innovation Center (SSIC) telah berinvestasi dalam lebih dari 20 startup yang terkait dengan AI dalam lima tahun terakhir.

Pengembangan Bixby, Platform Pintar Samsung

Bixby berawal sebagai cara pintar menggunakan smartphone Galaxy. Kini, Bixby telah berevolusi menjadi platform AI yang dapat dimanfaatkan secara luas dan menjadi platform AI terbuka untuk banyak perangkat. Samsung mengumumkan bahwa kecerdasan Bixby akan ditanamkan dalam rangkaian QLED dan TV premium di 2019, dan perangkat pintar seperti kulkas, mesin cuci, dan juga air conditioner, perangkat mobile, speaker AI, dan lebih lagi. Sebagai tambahan, Bixby juga berekspansi ke Digital Cockpit dan platform robotik baru.

Uber, Ticketmaster dan lainnya menggunakan Bixby untuk membuat layanan mereka lebih cerdas. Hari ini, Samsung mengumumkan bahwa iHeartRadio telah bergabung sebagai partner terbaru. Dan Bixby akan terus berkembang seiring dengan bergabungnya partner baru ke dalam ekosistem, seperti Google.

Samsung juga mengumumkan filosofi dasar AI mereka: keadilan (fairness), dapat dipertanggungjawabkan (accountability), dan transparansi (transparency). Seiring memajukan teknologi AI, Samsung berkomitmen untuk memastikan algoritma yang disusunnya bersifat inklusif, perlindungan terhadap informasi dan privasi pengguna menjadi prioritas utama, dan konsumen dapat dengan mudah memahami apa yang dilakukan perusahaan dengan data mereka dan bagaimana data tersebut ditangani.