pulsa-logo

Apa Itu IoT (Internet of Things)


Aldrin Symu

Jum'at, 11 Januari 2019 • 18:05

apjii, iot, internet of things,


image: apjii.or.id

Menjelang akhir tahun 20186, ramai dibicarakan tentang IoT (Internet of Things) yang dikatakan sebagai pendorong utama transformasi digital. Di ASEAN, tren IoT juga menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Sebenarnya apa sih IoT itu? Nah, untuk yang masih belum paham, sedikit penjelasan tentang apa itu IoT yang disadur dari berbagai sumber.

Internet of Things (disingkat menjadi IoT), merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Hal yang tersambung terus menerus ini bisa jadi terkait data, remote control dan hal lainnya termasuk juga benda di dunia nyata. Termasuk didalamnya adalah benda hidup yang tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif. Masih bingung ya? Oke kita lanjutkan.

image: slideshare.com

Definisi IoT

Pada dasarnya, Internet of Things mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis Internet. Istilah Internet of Things awalnya disebutkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 yang mengatakan bahwa hari ini komputer dan manusia, hampir sepenuhnya tergantung pada internet untuk segala informasi yang semua terdiri dari sekitar 50 petabyte (satu petabyte adalah 1.024 terabyte) data yang tersedia pada internet dan pertama kali digagaskan dan diciptakan oleh manusia. Dari mulai mengetik, menekan tombol rekam, mengambil gambar digital atau memindai kode bar.


Sebenarnya tidak ada definisi baku untuk IoT karena penelitian pada IoT sendiri masih dalam tahap perkembangan yang kemungkinan akan menjadi sangat luas. Namun untuk gambaran, berikut ini definisi alternatif yang dirumuskan oleh peneliti terkait IoT.

Casagras (Coordination and support action for global RFID-related activities and standardisation) mendefinisakan IoT sebagai sebuah infrastruktur jaringan global, yang menghubungkan benda-benda fisik dan virtual melalui eksploitasi data capture dan kemampuan komunikasi. Infrastruktur terdiri dari jaringan yang telah ada dan internet berikut pengembangan jaringannya. Semua ini akan menawarkan identifikasi obyek, sensor dan kemampuan koneksi sebagai dasar untuk pengembangan layanan dan aplikasi ko-operatif yang independen. Ia juga ditandai dengan tingkat otonom data capture yang tinggi, event transfer, konektivitas jaringan dan interoperabilitas.

Sedangkan SAP (Systeme, Anwendungen und Produkte) mendefinisikannya bahwa Dunia di mana benda-benda fisik diintegrasikan ke dalam jaringan informasi secara berkesinambungan, dan di mana benda-benda fisik tersebut berperan aktif dalam proses bisnis. Layanan yang tersedia berinteraksi dengan ‘obyek pintar’ melalui Internet, mencari dan mengubah status mereka sesuai dengan setiap informasi yang dikaitkan, disamping memperhatikan masalah privasi dan keamanan.

IoT sendiri bisa dikaitkan dengan ide Auto - ID Center berbasis pada Radio Frequency Identification (RFID) dan identifikasi yang unik melalui Electronic Product code namun hal ini telah berkembang menjadi obyek yang memiliki alamat Intenet protocol (IP) atau Uniform Resource Identifier (URI). Seiring waktu, generasi lanjutan dari aplikasi internet menggunakan Internet Protocol Version 6 (IPv6) yang mampu berkomunikasi dengan perangkat yang melekat pada hampir semua benda buatan manusia karena ruang alamat yang sangat besar dari protokol IPv6 .

Cara Kerja IoT

Cara kerja IoT yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang dimana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun. Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung.

Tantangan terbesar dalam mengkonfigurasi IoT ialah menyusun jaringan komunikasinya sendiri, yang dimana jaringan tersebut sangatlah kompleks, dan memerlukan sistem keamanan yang ketat. Selain itu biaya yang mahal sering menjadi penyebab kegagalan yang berujung pada gagalnya produksi.

Pembagian Internet of Things/M2M

Peta Pembagian Sektor oleh Beecham Research's (id.wikipedia.org)

Diagram di atas merupakan diagram M2M/IoT yang di kemukakan oleh Beecham Research's dengan sektor yang sangat luas yang dibagi menjadi 9 bagian yaitu Sektor Pembangunan (ini diatur dalam komersial/kelembagaan, meliputi toko-toko dan supermarket, gedung perkantoran dan departemen pemerintah, dan segmen industri, meliputi bangunan pabrik, dan perumahan). Sektor Energi (yang diatur ke dalam tiga segmen pasar yaitu pasokan/permintaan, alternatif dan minyak/gas). Sektor rumah tangga (infrastruktur, kesadaran/keamanan dan kenyamanan/hiburan). Sektor kesehatan meliputi telemedicine, rumah jompo, dan perawatan kesehatan di rumah termasuk pemantauan jarak jauh.

Sektor Industri mencakup pemantauan dan pelacakan aset, yang melibatkan pemantauan diskrit aset atau perangkat untuk memastikan kinerja uptime, kontrol versi, dan analisis lokasi untuk berbagai proses industri pabrik. Sektor Transportasi dibagi menjadi tiga segmen utama yaitu kendaraan, non-kendaraan dan sistem transportasi. Sektor perdagangan yang meliputi sistem jaringan dan perangkat yang memungkinkan pengecer untuk memiliki peningkatan visibilitas rantai pasokan, konsumen dan mengumpulkan informasi produk, meningkatkan kontrol persediaan, mengurangi konsumsi energi, dan penelusuran aset dan keamanan. Sektor Keamanan Publik sangat luas dan dibagi menjadi lima segmen yaitu layanan darurat, infrastruktur publik, pelacakan, peralatan meliputi senjata militer, kendaraan militer, kapal, pesawat dan peralatan lainnya dan pengawasan. Dan terakhir Sektor Teknologi dan Jaringan yang dibagi menjadi 2 yaitu jaringan perusahaan dan jaringan publik.

Dapat juga disebut bahwa IoT mengacu atau terkait dengan pengidentifikasian suatu objek yang direpresentasikan secara virtual di dunia maya atau Internet. Jadi dapat dikatakan bahwa Internet of Things adalah bagaimana suatu objek yang nyata di dunia ini digambarkan di dunia maya (Internet). Dan pengidentifikasian tersebut dapat dilakukan dengan beberapa teknologi seperti kode batang (Barcode), Kode QR (QR Code) dan Identifikasi Frekuensi Radio (RFID).

Contoh Manfaat IoT

Banyak manfaat yang didapatkan dari IoT. Pekerjaan yang kita lakukan menjadi cepat, mudah, dan efisien. Kita juga bisa mendeteksi pengguna dimanapun ia berada. Sebagai contoh barcode yang tertera pada sebuah produk. Dengan barcode tersebut, bisa dilihat produk mana yang paling banyak terjual dan produk mana yang kurang diminati. Selain itu dengan barcode kita juga bisa memprediksi produk yang stoknya harus ditambah atau dikurangi. Dengan barcode kita tak perlu susah – susah menghitung produk secara manual. Contoh lain saat kita pergi ke Singapore. Jika kita ingin bepergian menggunakan transportasi umum seperti MRT atau bis kita cukup menggunakan atau membeli EZ-link card. EZ-link card biasanya dipakai oleh para wisatawan yang mengunjungi Singapore sebagai pengganti uang untuk membayar jasa transportasi yang telah digunakan. Sedangkan warga negara Singapore sendiri menggunakan ktp ataupun kartu pelajar sebagai alat membayarnya. Cara ini lebih efisien dan cepat ketimbang kita menggunakan uang tunai. Jika kita menggunakan uang tunai, kita masih harus mengantri untuk membayar, belum lagi jika kita membayar dengan nilai nominal uang besar, kita harus menunggu untuk mendapatkan uang kembalian kita.

Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber

 

    2019-05-23 11:23:27


    ZTE Luncurkan Blade A5 2019