pulsa-logo

Di AS, Tersangka Kejahatan Tak Bisa Dipaksa Membuka Ponsel dengan Face ID atau Sidik Jari


PULSA

Selasa, 15 Januari 2019 • 13:52

Di AS, Tersangka Kejahatan Tak Bisa Dipaksa Membuka Ponsel dengan Face ID atau Sidik Jari


ilustrasiilustrasi

Sebelum fitur keamanan biometrik digunakan pada ponsel atau smartphone, sebagian besar ponsel mengandalkan fitur keamanan seperti password aatau kunci pola misalnya pada perangkat Android. Ini juga menghadirkan masalah hukum tertentu, apakah tersangka kejahata bisa dipaksa atau tidak oleh Polisi untuk membuka kunci perangkat mereka  dan ternyata tidak bisa. Ini ketentuan yang berlaku di AS.

Lalu bagaimana dengan keamanan biometrik seperti Face ID atau sistem Tuch ID seperti kepunyaan iPhone? Ternyata, itu juga dilindungi dengan cara yang sama. Seperti dilansir Ubergizmo, ini sesuai dengan putusan oleh Hakim Kanis Westmore di mana permintaan yang diajukan oleh Polisi ditolak, serta menetapkan preseden hukum untuk permintaan serupa di masa mendatang.

Menurut putusan itu, perbuatan itu "tidak sesuai dengan Amandemen Keempat dan Kelima". Polisi pada awalnya telah mengajukan permintaan untuk memaksa inpidu dari kasus pemerasan untuk membuka kunci perangkat mereka menggunakan biometrik seperti sidik jari, pengenalan wajah, dan / atau pengenalan iris (retina mata). (*)