pulsa-logo

Samsung: Smartphone Berlayar Lipat akan Jadi Trend Masa Depan


Nariswari

Rabu, 16 Januari 2019 • 16:22

trend smartphone 2019,fitur smartphone masa depan,ponsel layar lipat,foldable phone


Hark-sang Kim, Vice president Samsung (foto: Samsung)Hark-sang Kim, Vice president Samsung (foto: Samsung)

Samsung akan menggelar acara Samsung Unpacked  2019 pada tanggal 20 Februari 2019, di mana pada acara tersebut mereka akan memperkenalkan jajaran smartphone teranyar, termasuk  Samsung Galaxy S10 X,  Samsung Galaxy S10 Series dan  Samsung Galaxy F (smartphone berlayar lipat).

Smartphone lipat ini sangat dinanti-nanti oleh publik, karena inovasi tersebut masih  tergolong baru  dan Samsung dinilai berani untuk  mengadopsi  inovasi tersebut. Samsung  memiliki keberanian untuk menggarap inovasi tersebut  karena percaya bahwa  inovasi smartphone berlayar lipat akan menjadi trend di masal depan. Selain itu, ada beberapa alasan tertentu  mengapa smartphone berlayar lipat akan jadi trend di masa depan.

Pertama, inovasi smartphone  telah melambat secara signifikan. Hark-Sang Kim (Senior Vice President Samsung Mobile)  memposting editorial yang merinci mengapa dia percaya ada beberapa trend dan teknologi baru seperti 5G, AI dan AR akan terus berkembang. Karena teknologi tersebut akan membuat smartphone yang kita gunakan akan menjadi  lebih penting dan berdaya guna bagi kehidupan kita sehari-hari. Namun aspek layar, tidak kalah penting. Teknologi canggih akan lebih dimanfaatkan dari ukuran  layar yang lebih besar. Di sinilah OEM perlu mencari cara membuat layar berukuran lapang  tetap  bisa menjaga sifatnya yang tetap portabel. Dan jelas, Samsung percaya bahwa  desain layar lipat adalah jawabannya.

Inovasi  smartphone layar lipat bukan hal yang mudah. Ini adalah arah yang telah dikejar oleh Samsung selama bertahun-tahun. Smartphone  berlayar lipat  awalnya didemokan di CES 2011 dan butuh 7  tahun bagi Samsung  untuk mencapai titik ini.

Ponsel  berlayar lipat ini dikembangkan dengan bahan-bahan baru yang membuat layar lipat dapat menahan ratusan ribu kali gerakan melipat. Samsung mengubah penempatan baterai , sistem pendingin dan penempatan  kamera untuk membuat smartphone lipat  tetap ramping. Bahkan perangkat lunak harus dipikirkan ulang karena aplikasi smartphone biasa tidak dirancang untuk beralih dari layar kecil ke layar besar.

Samsung  percaya bahwa Infinity Flex Display  yang dikembangkan oleh Samsung akan membuka cakrawala dan trend baru untuk inovasi smartphone di masa depan. Dia memprediksi perubahan besar dalam desain smartphone. Tak hanya desain lipat, namun bukan tidak mungkin di tahun-tahun mendatang smartphone akan memiliki layar berdesain  rollable (berlayar gulung) dan perangkat yang dapat diregangkan. (*)