pulsa-logo

Ketika Jejak Digital Mengungkap Kejahatan


PULSA

Selasa, 22 Januari 2019 • 16:04

Ketika Jejak Digital Mengungkap Kejahatan


Garmin Forerunner 645 (ilustrasi)Garmin Forerunner 645 (ilustrasi)

Jejak digital terutama yang terekam oleh piranti sandang bukan hanya membantu pengguna untuk urusan kesehatan pribadinya tapi lebih luas lagi, bisa membantu menungkap kejahatan. Seperti hal nya yang terjadi di Inggris baru-baru ini.

Berdasar laporan runnersworld via Ubrgizmo, seorang pembuh bayaran akhirnya dinyatakan berasalah di Pengadilan Mahkota Liverpool karena membunuh dua gangster pesaingnya. Mark "Iceman" Fellows, sang terdakwa melakukan pembunuhan itu beberapa tahun lalu.

Polisi sebenarnya sudah mencurigai Fellows atas keterlibatannya. Selama penyelidikan akhirnya Polisi menemukan bahwa Fellows menggunaan pelacak kebugaran Garmin Forerunner pada saat maraton Great Manchester 10K 2015 yang berlangsung dua bulan sebelum pembunuhan pertama.

Polisi kemudian berhasil menemukan alat itu di rumah Fellows, lalu emudian memeriksa data GPS, dan menemukan dia telah merencanakan pembunuhan itu dengan matang. Berkat bantuan dari seorang ahli navigasi radio berbasis satelit, James Last, ditemukan bahwa perangkat tersebut sebenarnya telah merekam aktivitas 35 menit mulai dari lingkungan sekitar Fellows hingga lapangan dekat rumah korban pertamanya.

Hakim yang memimpin kasus ini telah menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Fellows. Ini sebenarnya bukan pertama kalinya jam tangan pintar dan gadget teknologi lainnya membantu memecahkan kasus kejahatan.

Seperti dilansir The Verge, Oktober lalu, data detak jantung dari Fitbit digunakan untuk menuntut seorang pria asal California atas kasus pembunuhan anak tirinya. Anthony Aiello awalnya mengatakan kepada polisi bahwa dia telah meninggalkan rumah anak tirinya 15 menit setelah sebelum kejadian, tetapi data di smartwatch-nya kemudian dibandingkan dengan rekaman video dari kamera keamanan untuk mengkonfirmasi bahwa pembunuhan itu terjadi ketika dia masih di rumah tersebut.

Data yang ditemukan smart speaker juga telah digunakan oleh pihak berwenang sebagai bukti. November 2019 lalu, seorang hakim New Hampshire memerintahkan Amazon untuk menyerahkan rekaman dari smart speaker Echo buatannya. Hakim percaya bahwa perangkat itu, dan data smartphone selalu terhubung, sehingga dapat membantu membuktikan bahwa tersangka pembunuh, Dean Smoronk, ada di rumah pada saat pembunuhan itu. (*)