pulsa-logo

Huawei Luncurkan Chipset Multi-mode 5G dan 5G CPE Pro


Aldrin Symu

Senin, 28 Januari 2019 • 19:03

Huawei 5G, Chipset multi-mode 5G, 5G CPE Pro,


Huawei secara resmi meluncurkan chipset 5G multi-mode yang disebut Balong 5000 dan perangkat 5G komersial pertama yang ditenagai chipset itu, yaitu Huawei 5G CPE Pro, pada hari ini. Kombinasi kedua produk baru ini telah melahirkan koneksi nirkabel tercepat di dunia pada smartphone, koneksi rumah, kantor, maupun saat mobilitas.

Balong 5000 secara resmi menandai dimulainya era 5G. Chipset ini mendukung berbagai produk 5G di samping smartphone, termasuk di dalamnya perangkat broadband rumahan, perangkat yang terhubung ke kendaraan, dan modul 5G. Perangkat ini menyajikan pengalaman 5G multi-skenario yang benar-benar baru.

"Balong 5000 akan menyingkapkan dunia yang benar-benar baru bagi konsumen," tutur Richard Yu, CEO Consumer Business Group Huawei. "Ini akan membuat semuanya masuk akal, dan akan menyediakan koneksi berkecepatan tinggi yang diperlukan untuk berbagai perangkat cerdas di mana-mana. Dengan dukungan dari Balong 5000, Huawei 5G CPE Pro akan memungkinkan konsumen mengakses jaringan yang lebih bebas dan menikmati pengalaman konektivitas yang sangat cepat. Huawei memiliki serangkaian kemampuan terintegrasi di seluruh chip, perangkat, layanan cloud, dan jaringan. Membangun di atas kekuatan ini, sebagai pemimpin era 5G, kami akan membawa pengalaman yang terinspirasi dan cerdas bagi konsumen global dalam setiap aspek kehidupan mereka."

Dengan desain yang mungil dan tingkat integrasi yang tinggi, Balong 5000 mendukung konektivitas 2G, 3G, 4G, dan 5G dalam satu chip. Ini secara efektif akan mengurangi latensi dan konsumsi daya saat bertukar data antara mode yang berbeda dan secara signifikan akan meningkatkan pengalaman pengguna pada tahap awal penyebaran 5G komersial. Balong 5000 menandai langkah maju yang signifikan untuk chipset seri Balong.

Balong 5000 adalah chipset pertama yang mencapai benchmark industri terkait kecepatan puncak pengunduhan 5G. Pada Sub-6 GHz (pita frekuensi rendah, spektrum utama yang digunakan untuk 5G), Balong 5000 dapat mencapai kecepatan unduh hingga 4,6 Gbps. Pada spektrum mmWave (pita frekuensi tinggi yang digunakan sebagai perpanjangan spektrum untuk 5G), Balong 5000 dapat mencapai kecepatan pengunduhan hingga 6,5 Gbps - 10 kali lebih cepat daripada kecepatan 4G LTE paling cepat di pasaran saat ini.

Balong 5000 juga merupakan chipset pertama di dunia yang mendukung arsitektur jaringan standalone (SA) dan non-standalone (NSA) untuk 5G. Dengan non-standalone, arsitektur jaringan 5G dibangun di atas jaringan 4G LTE yang lama, sedangkan standalone 5G, seperti namanya, akan memiliki arsitektur independennya sendiri. Balong 5000 secara fleksibel dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan operator yang berbeda untuk menghubungkan perangkat melalui berbagai tahap pengembangan 5G.

Balong 5000 adalah chipset multi-mode pertama di dunia yang mendukung komunikasi Vehicle to Everything (V2X), memberikan solusi latensi rendah dan sangat andal untuk kendaraan yang terhubung. Smartphone 5G Huawei yang ditenagai Balong 5000 akan dirilis pada Mobile World Congress tahun ini di Barcelona.


Huawei 5G CPE Pro: Mengubah pengalaman pengguna di jaringan broadband rumah

Didukung oleh Balong 5000, Huawei 5G CPE Pro mendukung koneksi nirkabel 4G dan 5G. Pada jaringan 5G, klip video HD berukuran 1 GB dapat diunduh dalam waktu tiga detik saja, dan video 8K dapat ditonton dengan lancar tanpa terputus-putus. Ia telah menetapkan benchmark baru untuk CPE rumahan. Selain rumah, Huawei 5G CPE Pro juga dapat digunakan oleh perusahaan kecil dan menengah untuk akses broadband super cepat.

Mengadopsi teknologi Wi-Fi 6 baru, Huawei 5G CPE Pro menghasilkan kecepatan hingga 4,8 Gbps. Ini adalah CPE 5G pertama yang mendukung protokol HUAWEI HiLink, membawa rumah pintar ke era 5G.

Sebagai pelopor 5G, Huawei memulai penelitian dan pengembangan di 5G pada awal 2009, dan saat ini merupakan satu-satunya vendor industri yang dapat menyediakan sistem 5G dari hulu ke hilir. Huawei memiliki lebih dari 5.700 insinyur yang didedikasikan untuk melakukan R&D terkait 5G, termasuk lebih dari 500 pakar 5G. Secara total, Huawei telah mendirikan 11 pusat inovasi bersama untuk solusi 5G di seluruh dunia.