pulsa-logo

Startup Fintech Ini Salurkan Rp 51 Miliar ke Paguyuban UMKM


Hairuddin

Selasa, 29 Januari 2019 • 23:34

Crowde, UMKM, Starup Fintech, Pertanian, Aplikasi Mobile, Permodalan Pertanian


Startup Fintech Pertanian CrowdeStartup Fintech Pertanian Crowde

Berawal dari satu paguyuban binaan di Pangalengan, Jawa Barat, CROWDE terus mengembangkan target binaannya hingga ke seluruh Pulau Jawa. Tercatat, startup fintech bidang pertanian yang memberdayakan petani di seluruh Indonesia dengan teknologi dan permodalan ini sudah membina sekitar 17 kelompok paguyuban hingga 2019.

“Kelompok paguyuban dibentuk untuk mempersiapkan petani sebagai aktor yang akan menjalankan proyek permodalan. CROWDE juga memiliki visi, ingin merevolusi sistem pengelolaan agrikultur di Indonesia dengan menjadi partner bagi para pelakunya”, tambah Yohanes.

Sepanjang tahun 2018, CROWDE berhasil menyalurkan pendanaan sebesar Rp 51 miliar kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) seperti para petani, peternak, nelayan, dan petambak di Indonesia. Total sudah ada 10 ribu pelaku usaha agrikultur yang telah mendapat pendanaan dari sekitar 23 ribu investor melalui 1.591 proyek permodalan yang ter-sirkulasi di platform CROWDE.

“Kami sangat mengapresiasi semua kontribusi dari Teman CROWDE, sebutan para investor kami, yang tidak pernah berhenti terus ikut membantu para pelaku usaha agrikultur di Indonesia”, ungkap Yohanes Sugihtononugroho, CEO CROWDE - penerima penghargaan Forbes 30 Under 30 tahun 2018.

CROWDE ingin membantu lebih banyak dengan secara masif membentuk kelompok paguyuban. Paguyuban binaan CROWDE akan mendapat edukasi seputar spiritual, sosial, dan pendalaman soal agrikultur itu sendiri. Mengajarkan tentang pemanfaatan teknologi, inovasi dalam pengelolaan usaha, serta pengetahuan pemasaran hasil produksi. Sudah ada 13 sesi kelas yang berhasil terlaksana di sepanjang tahun 2018.

CROWDE optimis bisa terus bertahan karena masih ada 39,7 juta jiwa petani di Indonesia dengan luas lahan garapan yang mencapai 7,1 juta hektar yang membutuhkan bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia. Tidak selalu ini hanya menjadi beban pemerintah. Warga sipil pun bisa ikut serta memberi perubahan asal mau mencoba untuk membuka diri.

“CROWDE ingin merangkul para investor dengan benar-benar menjadikannya sebagai partner untuk tumbuh dan berkembang bersama menjadi satu keluarga besar kami”, tutup Yohanes.