pulsa-logo

Tak Dibelikan Ponsel untuk Main PUBG, Remaja Ini Diduga Nekad Bunuh Diri


Nariswari

Kamis, 07 Februari 2019 • 09:17

Tak Dibelikan Ponsel untuk Main PUBG, Remaja Ini Diduga Nekad Bunuh Diri


Game PUBG (ilustrasi)Game PUBG (ilustrasi)

Tidak dipungkiri, beberapa game mobile populertelah sukses memiliki banyak pengguna di seluruh dunia.  Seperti misalnya  PUBG mobile dan Fortnite yang populartitasnya terus meroket  dalam setahun terakhir. Meskipun tidak sedikit “tudingan miring” dan studi  psikologis yang menyudutkan kedua game tersebut akan mebawa dampak negatif bagi remaja dan anak-anak.

Seperti halnya kejadian belum lama ini yang menimpa remaja di Mumbai, India. Peristiwa mengenaskan itu terjadi beberapa hari lalu (4/2)  ketika seorang remaja berusia 18 tahun diduga melakukan bunuh diri karena meminta dibelikan smartphone kepada keluarganya untuk bermain PUBG, namun  ditolak mentah-mentah.

Sementara ini, polisi di Mumbai masih melakukan investigasi. Bocah laki-laki berusia 18 tahun tersebut berdomisili di daerah Kurla, Mumbai. Sebelum kejadian remaja nahas itu meminta dibelikan  smartphone yang agak mahal seharga Rs 37.000 (setara dengan Rp.7,2 jutaan). Sementara keluaranya hanya sanggup membelikan smartphone yang harganya tidak lebih dari Rs 20.000 ( setara dengan Rp.3,8 jutaan).

Meskipun platform ini semakin populer, PUBG mobile telah menjadi sorotan karena semua studi prikologis yang menyudutkan game tersebut di India baru-baru ini. Gujarat menjadi negara bagian di India yang pertama melarang anak-anak dan remaja memainkan game ini di sekolah-sekolah.

Larangan terhadap game tersebut makin  kuat, saat seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dari Maharashtra,India telah menulis surat kepada pemerintah untuk memberlakukan larangan terhadap anak-anak dan remaja yang main PUBG Mobile. Dia beralasan bahwa  game tersebut secara eksplisit mempromosikan kekerasan dan penindasan  di dunia maya. Ironisnya, game ini memiliki lebih dari 200 juta pemain aktif  dan dianugerahi game terbaik 2018 di Google Play Store. (*)

Sumber