pulsa-logo

Studi: Gara-gara Youtube Jumlah Penganut Paham Bumi Datar Meningkat


PULSA

Selasa, 19 Februari 2019 • 17:16

teori bumi datar,bumi datar,video bumi datar


ilustrasiilustrasi

Teori yang menyebut bahwa bumi datar ternyata banyak diyakini. Bahkan mereka juga punya agenda tahunan Flat Earthers (penganut paham bumi datar) terbesar di dunia yang pernah diselenggarakan di di Raleigh, North Carolina, pada 2017, dan kemudian di Denver, Colorado, tahun lalu.

Nah, beberapa peneliti akhirnya membuat studi untuk mengetahui mengapa teori itu banyak diyakini orang. Akhirnya, mereka melibatkan 30 orang yang meyakini teori tersebut. Dari hasil wawancara kepada 30 orang tersebut, satu orang mengatakan bahwa dua tahun lalu dia tidak menganggap bumi itu datar lalu berubah pikiran setelah menonton video yang mempromosikan teori konspirasi di YouTube.

Wawancara tersebut juga mengungkapkan bahwa sebagian besar telah menonton video tentang konspirasi lain, misalnya soal tragedy 9/11, penembakan sekolah Sandy Hook dan apakah NASA benar-benar pergi ke bulan, juga konten video bumi datar.

Beberapa dari mereka mengaku menonton video hanya untuk menghilangkan prasangka tetapi menjadi yakin karena materinya. Asheley Landrum, salah satu peneliti mengatakan video Bumi Datar yang paling popular salah-satunya adalah berjudul, "200 bukti bahwa Bumi bukanlah bola yang berputar" tampaknya efektif karena ia menawarkan argumen yang menarik bagi begitu banyak pola pikir, dari para literalis Alkitab dan ahli teori konspirasi hingga mereka yang memiliki kecenderungan ilmiah.

Landrum, yang mempresentasikan hasilnya pada pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Washington DC, mengatakan dia tidak berpikir bahwa YouTube melakukan sesuatu yang salah, tetapi mengatakan bahwa jika Youtube ingin membantu bisa dengan mengubah algoritme ke tampilkan informasi yang lebih akurat.

"Ada banyak informasi bermanfaat di YouTube tetapi juga banyak informasi yang salah," kata Landrum. “Algoritme mereka membuatnya mudah berakhir di lubang kelinci, dengan menyajikan informasi kepada orang-orang yang akan lebih rentan terhadapnya.”

"Percaya bahwa Bumi itu datar itu sendiri tidak selalu berbahaya, tetapi dikemas dengan ketidakpercayaan pada institusi dan otoritas secara lebih umum," tambahnya. "Kami ingin orang menjadi konsumen kritis terhadap informasi yang diberikan, tetapi ada keseimbangan yang bisa didapat."


Landrum meminta para ilmuwan dan yang lainnya untuk membuat video YouTube mereka sendiri untuk memerangi proliferasi video konspirasi. (*)

sumber