pulsa-logo

Riset: 2 dari 5 Smart Home di Seluruh Dunia Rentan Akan Serangan Siber


Fauzi

Kamis, 28 Februari 2019 • 10:32

MWC 2019,Avast,The Avast Smart Home Report 2019


Ilustrasi, Image: ShutterstockIlustrasi, Image: Shutterstock

Dari ajang MWC 2019, perusahaan pembesut solusi keamanan, Avast, mengungkap hasil riset bertajuk The Avast Smart Home Report 2019.

Laporan ini mengungkap bahwa 2 dari 5 rumah dengan perangkat digital rentan terhadap serangan siber. The Avast Smart Home Report 2019 memiliki informasi lebih dari 16 juta jaringan smart home, menunjukan bahwa 40.3% rumah di seluruh dunia mempunyai lebih dari 5 perangkat yang tersambung (Amerika Serikat.: 62.0%, Spanyol: 45.6%), dan 40.8% dari rumah tangga digital di seluruh dunia tersebut (U.S.: 35.2%, Spanyol: 35.1%) mempunyai setidaknya satu perangkat rentan yang terhubung. Hal ini menunjukkan sebanyak apa rumah yang rentan terhadap perangkat Internet of Things, walau hanya 1 perangkat yang rentan, namun hal tersebut dapat membahayakan seluruh jaringan di rumah.  

Ondrej Vlcek, Presiden Konsumer dari Avast mengatakan orang menggunakan smart TV untuk menonton series Netflix favorit atau melihat monitor bayi mereka, namun seringkali mereka tidak mengetahui bagaimana   menjaga keamanan  perangkat tersebut.

“Hanya membutuhkan satu perangkat yang lemah untuk seorang hacker dapat masuk, dan ketika mereka sudah masuk kedalam jaringan, mereka dapat mengakses perangkat lainnya, data personal tentang apa yang mereka tonton dan miliki, seperti video dan rekaman suara. Langkah keamanan yang simpel seperti meng-install password yang kuat dan unik dan two-factor authentication untuk semua akses ke perangkat, dan memastikan memperbaharui perangkat lunak.  Hal tersebutakan secara signifikan memperbaiki integritas smart home,” lanjutnya.

Kredensial yang lemah dan out-of-date perangkat lunak.

Mayoritas (69.2%) dari perangkat yang rentan di rumah dari seluruh dunia (Amerka Serikat.: 60.9%, Spanyol: 65.0%) ditemukan rentan karena kredensial yang lemah, seperti password yang hanya menggunakan one-factor authentication. 31.8% dari perangkat ini di seluruh dunia (Amerika Serikat.: 39.4%, Spanyol: 35.6%) rentan karena tidak diperbaharui.

Avast juga men-scan 11 juta router dari seluruh dunia dan menemukan bahwa lebih dari setengah router (59.7%) mempunyai kredensial yang lemah atau perangkat lunak yang rentan. Di Amerika Serikat, lebih dari 2/3  (69.8%), dan di Spanyol, dua dari tiga (40.4%) router mempunyai kerentanan. Out-of-date software seringkali menjadi titik terlemah dalam rangakaian keamanan, membuat lebih mudah bagi para kriminal siber mencari akses ke perangkat lainnya.


Riset ini juga menemukan 5 perangkat paling rentan antara lain:

Seluruh dunia:

  1. Printer, 32,9%
  2. Perangkat jaringan (titik koneksi yang dapat mengirim dan menerima data), 28,9%
  3. Kamera keamanan, 20,8%
  4. NAS (Network Attached Storage), 7,8%
  5. Alat streaming media (Chromecasts, TiVos), 5,3%

Amerika Serikat:

  1. Printer, 40,8%
  2. NAS, 17,7%
  3. Kamera Keamanan, 14,7%
  4. Perangkat jaringan, 14,6%
  5. Alat streaming media, 3,7%

Spanyol:

  1. Perangkat jaringan, 25,9%
  2. Printer, 25,1%
  3. NAS, 21,0%
  4. Kamera keamanan, 20,1%
  5. Alat streaming media, 4,6%

Printer ditemukan sebagai perangkat rentan yang paling lazim di seluruh dunia, terdapat di peringkat tiga teratas di setiap negara yang di scan dan teratas di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Singapura, Korea Selatan dan Jepang. Alat streaming media (Chromecasts, TiVos) juga berada di peringkat lima teratas, dan kebetulan adalah perangkat IoT yang seringkali ditemukan di rumah selain TV dan Printer.

Sekilas mengenai metodologi riset yang digunakan, data di dokumen ini didapat dari hasil scan oleh pengguna Avast dari komputer mereka menggunakan Avast WiFi Inspector pada September 2018. Total, 16 juta perangkat jaringan yang berbeda dari seluruh dunia berada di studi ini dari negara di seluruh dunia. 56 juta perangkat telah di scan. Laporan ini berfokus pada perangkat yang sedang berkembang, bukan seperti komputer dan smartphone. (Ozi)

Sumber: PR