pulsa-logo

Banyak Penyimpangan, YouTube Nonaktifkan Komentar di Video Anak-anak


Nariswari

Jum'at, 01 Maret 2019 • 11:28

Banyak Penyimpangan, YouTube Nonaktifkan Komentar di Video Anak-anak


ilsutrasiilsutrasi

YouTube beberapa hari yang lalu mengumumkan bahwa mereka akhirnya  terpaksa menonaktifkan  komentar pada video yang menampilkan anak-anak di bawah umur di seluruh platform. Hal ini  bertujuan untuk menangkal perilaku menyimpang yang semakin marak di media sosial.

Team di YouTube menerapkan  beberapa pengecualian, di mana mereka  akan bekerja sama dengan banyak chanel dan pengisi konten  untuk secara aktif memoderasi komentar yang masuk.

Baru minggu lalu, YouTube menonaktifkan ratusan akun setelah keputusan beberapa perusahaan untuk menarik iklan mereka dari platform setelah Wired melaporkan bahwa jaringan pedofil  kian marak di kanal mereka dan memposting komentar yang tidak pantas pada video anak-anak dengan hingga jutaan kali views (ditonton).

Sementara YouTube memiliki kebijakan yang berlaku sejak November 2017 yang mengatakan bahwa timnya akan menonaktifkan komentar video jika tidak sesuai atau tidak pantas.  Tapi  Wired menemukan bahwa banyak video anak-anak yang ada di kanal mereka yang memancing pedofil dan predator anak memberikan  komentar yang  pantas dan  tidak menyenangkan. Hal inilah yang  kemudian mendorong YouTube  untuk melahirkan kebijakan  baru  untuk  menonaktifkan  komentar untuk video yang menampilkan anak-anak.

Menanggapi kemarahan publik setelah laporan dari  Wired tersebut, YouTube mengumumkan  kemarin (28/2)bahwa tim-nya "menonaktifkan komentar dari puluhan juta video  anak-anak  untuk  menghindari resiko merebaknya  perilaku predator. Upaya ini difokuskan pada video yang menampilkan anak-anak, kawula  muda dan  remaja. Team di YouTube akan terus mengidentifikasi tiap  video yang diunggah  ke  YouTube.

Perburuan dan penyaringan video- video yang menampilkan anak di bawah umur yang dapat memancing  perilaku predator,  akan berlanjut selama beberapa bulan ke depan. Dengan cakupan diperluas yang mencakup konten dengan menampilkan remaja dan orang-orang  yang  lebih tua yang juga dapat ditargetkan oleh predator seksual.

Namun, YouTube masih akan  tetap mengizinkan beberapa channel di YouTube  untuk  tetap  menampilkan  bagian komentar  jika mereka ingin memoderasi komunitas mereka secara aktif.  Youtube  juga mengatakan bahwa mereka juga telah mengembangkan pengklasifikasi komentar yang lebih efektif yang dirancang untuk menunjukkan berbagai  komentar yang melanggar kebijakan YouTube. (*)


Sumber