pulsa-logo

Penjualan iPhone Lesu, Tunjangan dan Gaji Staf Foxconn Dipangkas


Nariswari

Senin, 04 Maret 2019 • 15:05

Penjualan iPhone Lesu, Tunjangan dan Gaji Staf Foxconn Dipangkas


Gerai penjualan iPhone (ilustrasi)Gerai penjualan iPhone (ilustrasi)

Penjualan dari iPhone yang lemah, ternyata “berdampak sistemik” tidak hanya pada Apple, namun juga berimbas kurang menyenangkan pada nasib karyawan di Foxconn, perusahaan pihak ketiga yang merakit iPhone.

Menurut kabar terbaru menyebutkan bahwa karyawan Foxconn terpaksa harus merasakan pil pahit dari dampak lesunya penjualan iPhone. Hal itu sebagai akibat langsung dari pengurangan pesanan iPhone yang sangat besar. Berdasarkan informasi yang berasal dari South China Morning Post (SCMP), gaji mereka telah dipotong dan tunjangan mereka telah dihapuskan.

Tahun lalu, Apple meluncurkan iPhone XS, XS Max, dan XR yang tercipta sebagai seri iPhone dengan harga yang 'terjangkau'. Akan tetapi selera pasar untuk membeli iPhone “nanggung” ini masih belum terlalu menggembirakan. Penjualan iPhone ketiga seri tersebut nyatanya anjlok di pasar global. Akibatnya, Apple terpaksa  tidak hanya memangkas  jumlah produksi ketiga model pada bulan November 2018, tetapi  mereka kemudian memutuskan  untuk melanjutkan produksi iPhone generasi sebelumnya, iPhone X.

Lesunya penjualan iPhone ini kemudian berdampak pada nasib karyawan Foxconn di China, tempat iPhone diproduksi. Seorang karyawan Foxconn akhirnya “buka suara”. Dia mengatakan kepada SCMP bahwa musim produksi iPhone, yang biasanya berlangsung antara empat hingga lima bulan, hanya berlangsung selama 20 hari untuk memproduksi iPhone model 2018 tersebut.

Yang menyedihkan adalah gaji yang telah dipotong karena berkurangnya beban kerja. Upah bulanan yang sebelumnya rata-rata 4,000 Yuan (sekitar USD$ 598 atau setara Rp.8,9 jutaan), dipotong menjadi hanya 3,000 Yuan (setara dengan USD$ 447 atau Rp.6,7 jutaan). Tak hanya itu. Bus antar-jemput karyawan yang biasanya mengangkut pekerja antara pabrik dan juga asrama bagi mereka, juga telah ditiadakan. Kondisi ini memaksa beberapa karyawan berjalan hingga 40 menit untuk mencapai pabrik Foxconn.

Fasilitas lain yang dihapuskan adalah layanan binatu gratis juga telah dihapus. Semua staf Foxconn sekarang harus membayar 7 Yuan (sekitar USD$ 1 atau Rp.15,000) untuk sekali mencuci pakaian, sementara dry cleaning dan mantel dikenakan biaya 18 Yuan (USD$ 2,7 setara dengan Rp. 40,000).

Pabrik utama Foxconn terletak di Zhengzhou, ibukota provinsi Henan, China Tengah. Ini adalah pabrik perakitan iPhone terbesar di dunia dengan luas lahan 1,4 juta meter persegi. Berita tentang kondisi kerja yang memburuk, pengurangan gaji dan insentif, mengikuti kabar sebelumnya yang menyebutkan bahwa Foxconn telah mem-PHK sekitar 50,000 pekerja pada bulan Januari 2019. (*)\


Sumber: 1, 2, 3