pulsa-logo

Penjualan Smartphone 5G di 2019 Diprediksi Masih Berat, Ini Alasannya!


Nariswari

Senin, 04 Maret 2019 • 19:00

Penjualan Smartphone 5G di 2019 Diprediksi Masih Berat


uji coba 5G di Indonesia/ilustrasi doc. istuji coba 5G di Indonesia/ilustrasi doc. ist

Standar baru untuk konektivitas jaringan di smartphone terus berkembang selama beberapa tahun belakangan ini, dan memasuki tahun 2019 menjadi tonggak bersejarah ketika konektivitas generasi berikutnya yakni 5G. Tetapi apakah penjualan smartphone 5G akan benar-benar sukses di tahun 2019 ini? Sepertinya tidak. Diprediksi, penjualan smartphone 5G akan sangat berat di tahun ini. Mengapa demikian? Ini alasannya menurut Androidpit.

1.    Harga smartphone 5G masih relatif mahal

Rintangan pertama yang harus dihadapi oleh teknologi jaringan baru 5G adalah  tingkat adopsi. Tingkat adopsi ini berpengaruh pada dukungan yang lebih besar dan jelas. Smartphone 5G sayangnya dibanderol dengan harga yang masih relative sangat mahal. Sebagai contohnya adalah Samsung Galaxy S10 5G yang dibanderol dengan harga melebihi ambang batas USD$ 1,000. Sedangkan smartphone 5G alternatif yang ditawarkan oleh Huawei, dipatok melebihi USD$ 2,500! Hanya Xiaomi, yang untuk saat ini, yang mampu menawarkan smartphone yang dilengkapi dengan konektivitas 5G (yakni Xiaomi Mi Mix 3 5G) dengan harga yang relatif terjangkau.

2.    Konsumsi baterai tinggi

Beberapa smartphone 5G yang baru-baru ini diumumkan ke publik, rata-rata memiliki dukungan  baterai  yang cukup besar. Sebagai contoh adalah Samsung Galaxy S10 5G yang dibekali dengan  dukungan  baterai 4,500mAh. Lagi-lagi, hanya Xiaomi Mi Mix 3 5G yang menggunakan kapasitas baterai normal dengan kapasitas yang tidak melebihi rata-rata, yakni 3,300mAh. Dukungan kapasitas baterai yang besar, tentu menjadi masalah besar bagi smartphone 5G. Jaringan 5G menggunakan energi yang besar dan, fakta inilah  yang harus  dipahami  oleh tiap OEM smartphone  agar dapat menghadirkan baterai yang mencukupi, awet, namun   tetap aman saat  terhubung ke jaringan 5G.

3.    Infrastruktur masih belum sepenuhnya tersedia

Jaringan 5G tentunya harus mendapatkan dukungan dari infrastruktur yang memadai. Meskipun operator ingin memberikannya kepada proyek-proyek percontohan melalui berbagai pengujian dan percobaan melalui panggilan video atau siaran video pada jaringan 5G, tetap saja infrastruktur menjadi poin yang sangat diperlukan untuk menjadikan jaringan 5G tersedia di seluruh dunia. Sayangnya, infrastruktur ini di sebagian besar dunia masih belum ada. Hanya kota-kota terbesar yang sudah melengkapi infrastruktur antenna 5G. Sementara  sebagian besar belahan dunia lain  harus menunggu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum dapat menikmati konektivitas jaringan baru tersebut.


Tidak usah muluk-muluk dengan 5G. Apakah Anda ingat berapa lama dari kedatangan 4G di seluruh pelosok dunia? Ironisnya, konektivitas 4G masih belum merata  tersedia di tiap pelorok di penjuru dunia. Hal ini sangat diperlukan dukungan  dari operator  di seluruh dunia, termasuk dukungan infrastruktur yang memadai. Bagaimanapun, sebelum 5G dapat digunakan oleh sebagian besar pengguna, kita tetap optimis bahwa 5G memang akan terus berkembang. Meski memang perkembangannya akan memakan waktu lama.

4.    Tarif paket mobile data 5G dengan operator Masih Mahal

Yups, betul. Dengan membandingkan peluncuran 5G dengan jaringan LTE beberapa tahun lalu, tariff mobile data yang diusulkan untuk jaringan 5G oleh operator pada awalnya akan sangat mahal. Banyak pertimbangan yang membayangi tarif tersebut. Misalnya jangkauan jaringan yang belum ada dan ini menjadi batu sandungan untuk adopsi 5G. Operator terpaksa harus membayar ekstra untuk dapat memproyeksikan jaringan 5G.

Bayangkan lalu lintas yang dapat dihasilkan pada jaringan 5G. Tingkat transmisi data yang sangat tinggi dapat menguras tarif mobile data yang paling murah dalam waktu yang sangat singkat. Mungkin, seiring dengan perkembangan teknologi 5G, operator dapat menyelaraskan dan menyesuaikan tarif mobile data 5G yang tentu saja akan dapat lebih ditekan.

Lalu apa nasihat terbaik yang dapat Anda lakukan dengan invasi teknologi 5G?

Hal yang terbaik yang sekarang Anda lakukan hanyalah menunggu. Kedengarannya seperti nasihat bodoh, tapi dengan belum siapnya infrastruktur 5G, lebih baik Anda menunggu. Membeli perangkat yang kompatibel 5G bukanlah ide bagus. Sebelum jaringan 5G siap, dan adopsi 5G cukup luas untuk digunakan dengan benar di seluruh dunia. (*)