pulsa-logo

Jangan Salah, Snapdragon 660 dan 710 Memang Mendukung Kamera 48 MP


Nariswari

Senin, 11 Maret 2019 • 12:14

xiaomi redmi,redmi note 7,kamera 48 megapiksel,snapdraon 660,kamera snapdragon 660


Redmi Nte 7 Pro, salah-satu produk dengan kamera 48 megapiksel (ist)Redmi Nte 7 Pro, salah-satu produk dengan kamera 48 megapiksel (ist)

Belakangan ini kita disuguhan oleh kemampuan kamera 48 megapiksel pada smartphone kelas menengah. Salah-satunya adalah Redmi Note 7 yang bakal hadir sebentar lagi di Indonesia. Tapi, kontroversi soal kamera 48 megapiksel ini ahirnya menimbulkan kontroversi. Sebab, beberapa reviewer menjelaskan bahwa kemampuan Snapdragon 660 yang digunakan oleh Redmi Note 7 faktanya hanya mendukung kamera tak lebih dari 25 megapiksel.

Nah, mungkin karena kontroversi ini, akhirnya Qualcomm merevisi bagian dukungan kamera pada beberapa spesifikasi System on Chip (SoC)-nya termasuk diantaranya Snapdragon 845, Snapdragon 710, Snapdragon 675, Snapdragon 670, dan Snapdragon 660.

Sistem-chip pada perangkat seluler memainkan peran yang sangat penting dalam pemrosesan gambar. MIsalnya Image Signal Processor (ISP) di SoC yang bertanggung jawab untuk banyak hal seperti demosaicing, autofocus, pengurangan noise, HDR, framerate preview, dan resolusi, dan banyak lagi.

Laman Qualcomm yang diperbarui (XDA)Laman Qualcomm yang diperbarui (XDA)

Halaman produk platform Snapdragon telah diperbarui pada awal Februari. Beberapa screenshot laman dukungan ini bisa Anda lihat di web resmi Qualcomm. Sebelum pembaruan halaman produk, Qualcomm menggeneralisasikan kemampuan maksimum kamera dan video yang dapat dipasangkan dengan perangkat pada platform seluler Snapdragon. Sekarang, halaman mengungkapkan lebih banyak informasi tentang framerates, megapiksel, dan keterbatasan resolusi, serta dukungan codec dan spesifik lainnya.

laman dukungan yang diperbaui Qualcomm (XDA)laman dukungan yang diperbaui Qualcomm (XDA)

Multi-Frame Noise Reduction (MFNR) dan Zero Shutter Lag (ZSL) mungkin yang paling terlihat. MFNR adalah teknik di balik kamera yang memotret sejumlah foto dan kemudian menumpuk, menghilangkan noise sebanyak mungkin. Adapun ZSL, ini mengacu pada menjaga buffer penuh frame dalam memori ketika Anda membuka aplikasi kamera. Setelah Anda menekan tombol ‘shoot’, satu frame diambil dari buffer. Ini membantu menghilangkan jeda setelah memotret. ZSL biasanya beroperasi pada aliran output sensor 30fps.


Spesifikasi baru ini juga memisahkan kemampuan sistem kamera tunggal dan ganda dengan lebih jelas. Anda juga akan melihat batas perekaman gerakan lambat dan fitur lain seperti Hybrid Autofocus pada SoC yang mendukungnya.

Pada laman Qualcomm Anda akan menemukan lebih banyak platform seluler dengan spesifikasi yang diperbarui. Detail-detail ini akan membantu memuaskan keingintahuan beberapa pengguna serta memberikan informasi yang berguna kepada pengembang yang melakukan porting Google Camera yang pekerjaannya tergantung pada detail itu. Halaman produk yang diperbarui juga harus menjelaskan bagaimana Redmi Note 7 berhasil memiliki sensor kamera 48MP meskipun dipasangkan dengan Qualcomm Snapdragon 660.

Sumber: XDA