pulsa-logo

Laporan Emerging Job di Indonesia Tunjukkan Peningkatan Kebutuhan Tenaga Kerja dengan Keahlian Hybrid


Aldrin Symu

Rabu, 13 Maret 2019 • 16:33

Laporan Emerging Jobs 2019 di Indonesia, LinkedIn, keahlian hybrid,


Berdasarkan Laporan Emerging Jobs 2019 di Indonesia oleh LinkedIn, jejaring profesional terbesar di dunia, saat ini kebutuhan akan kompetensi digital sangat tinggi. Laporan ini menggaris bawahi permintaan akan pekerjaan yang membutuhkan keahlian hybrid, terutama untuk bisa membantu mengarahkan perjalanan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bertransformasi ke era digital.

LinkedIn menganalisa jutaan input pekerjaan yang unik dalam lima tahun terakhir, dan menemukan bahwa lima pekerjaan yang paling diminati semuanya adalah yang berhubungan dengan teknologi, banyak dari pekerjaan-pekerjaan tersebut membutuhkan kemampuan manajemen dan komunikasi. Peran mereka yang sebenarnya bervariasi dan beragam, menggambarkan pasar tenaga kerja yang menilai keahlian dengan serangkaian keterampilan hybrid yang saling melengkapi.

Menurut LinkedIn, lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia adalah Back End Developer, Data Scientist, Android Developer, Full Stack Engineer dan Front End Developer.

“Laporan Emerging Jobs LinkedIn menyoroti kenyataan bahwa jenis-jenis pekerjaan baru muncul lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Peran tradisional telah berubah menjadi hybrid, yang lima tahun sebelumnya belum ada. Sementara lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia semuanya berhubungan dengan teknologi, banyak diantaranya membutuhkan soft skills seperti keahlian manajemen dan komunikasi, menciptakan keahlian hybrid yang merupakan campuran antara peran baru dan tradisional,”- Feon Ang, Vice President of Talent and Learning Solutions for APAC dari LinkedIn.

Indonesia adalah negara dengan populasi terbanyak di wilayah Asia Pasifik, dengan satu dari lima orang Indonesia berasal dari kelas menengah, membuat Indonesia menjadi kekuatan konsumen yang besar. Kelas menegah membuat perubahan besar dalam hal pola konsumsi melalui kanal digital untuk mendorong ekonomi digital. Indonesia juga mempunyai keuntungan dengan bonus demografis, dimana populasi penduduk berusia produktif lebih besar dari populasi usia non-produktif dengan rata-rata berusia 28 tahun dan lebih dari setengah populasi berusia dibawah 30, ini berarti mereka adalah digital native yang mengerti pentingnya untuk terus-menerus mengembangkan kemampuan, khususnya dalam keahlian hybrid.

Dari 10 Unicorn yang ada di Asia Tenggara, 4 diantaranya berasal dari Indonesia. Pertumbuhan Unicorn mendorong peningkatan kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi. Evolusi dari Industri 4.0 membuat teknologi digital bertumbuh pesat dan menciptakan kebutuhan untuk pekerjaan baru yang membutuhkan keahlian hybrid. Hal tersebut mengakibatkan tantangan yang dihadapi bukan hanya tentang mendapatkan pijakan di pasar yang menggiurkan ini, tapi juga bagaimana mencari tenaga kerja digital lokal yang dapat menyokong pertumbuhan ini.