pulsa-logo

Riset: 1 dari 5 Pengguna PC Rumahan Rentan Akan Serangan Siber


Fauzi

Selasa, 19 Maret 2019 • 11:15

Avast Global PC Risk Report 2019,Avast


Ilustrasi, Image: ShutterstockIlustrasi, Image: Shutterstock

Beberapa bulan terakhir, pengguna Windows 7,8, dan 10 di PC rumah mempunyai kemungkinan 20% untuk mendapatkan serangan siber. Demikian Intisari yang tercakup dari laporan terbaru bertajuk Avast Global PC Risk Report 2019 yang dikeluarkan penyedia solusi keamanan siber, Avast.

Afghanistan, Iran, dan Cina berada di daftar teratas negara yang pengguna PC rumahnya memliki resiko tertinggi, sedangkan Pakistan, Vietnam dan Cina adalah negara-negara yang PC perusahaannya paling beresiko terhadap serangan siber.

Avast Global PC Risk Report 2019, yang menganalisa data dari database pendeteksi ancaman milik Avast, juga menemukan bahwa pengguna Windows 10 di PC rumah adalah yang paling beresiko terserang ‘advanced attack’ yang dapat juga didefinisikan sebagai ancaman yang belum diketahui sebelumnya dan didesain untuk melewati proteksi teknologi didalam perangkat lunak keamanan seperti penyaringan URL, pemindaian email, tanda tangan, heuristic, dan emulator.

Versi Windows yang paling aman tampaknya adalah Windows Vista, kemungkinan karena pengguna Windows Vista secara global turun menjadi 2%.  Hal ini membuat Windows Vista tidak menarik bagi para penjahat siber. Pengguna Windows Vista di rumah mempunyai rasio resiko ancaman dibawah 10% dari semua ancaman dan rasio resiko sebesar 1.6% untuk ‘advanced threats’.  Hal ini terjadi sama dengan pengguna di perusahaan, dimana Windows Vista mempunyai kemungkinan 7% untuk menghadapi  segala jenis ancaman dan 1% untuk menghadapi ‘advanced threats’.

Luis Corrons, Security Evangelist Avast mengatakan penjahat siber membuat ancaman yang mengambil kesempatan dari aktivitas yang dilakukan para pengguna di rumah dan hal tersebut tergantung dari konsumer karena umumnya  mereka tidak terlalu memperhatikan keamanan digital.

“Sebaliknya, perusahaan biasanya mempunyai kebijakan browsing yang ketat dan seluruh tim IT berdedikasi untuk menjaga jaringan yang aman. Di rumah, tanpa sadar, kita dapat melakukan aktivitas online tanpa mempunyai tingkat keamanan yang sama,” tandasnya.

Menurut laporan, 29.29% komputer rumah di Indonesia beresiko dari segala jenis infeksi, dengan 8.11% nya terserang ‘advanced attack.’ Sedangkan di perusahaan,  terdapat 29.53% komputer yang  beresiko dari segala jenis infeksi, dengan 5.36% nya terserang ‘advanced attack’.  Indonesia sendiri termasuk dalam sepuluh negara teratas untuk komputer perusahaan yang paling beresiko terhadap segala jenis ancaman.


Lebih detail mengenai ancaman per provinsi yang Avast deteksi dapat di lihat di tabel dan grafik berikut :

Home User Risk Ratio Indonesia: All Threats

Home User Risk Ratio Indonesia: Advanced Threats

Sepuluh negara teratas untuk komputer rumah yang paling beresiko terhadap segala jenis ancaman:

1.    Afghanistan (38.73%)

2.    Iran (37.49%)

3.    Cina (37.27%)

4.    Ethiopia (35.7%)

5.    Palestina (34.66%)

6.    Mesir (34.41%)

7.    Vietnam (33.37%)

8.    Madagascar (32.73%)

9.    Laos (32.44%)

10.    Myanmar (32.17%)

Indonesia menempati nomor 4 teratas untuk komputer rumah yang paling beresiko terhadap segala jenis ancaman:

1.    Pakistan (36.15%)

2.    Vietnam (35.56%)

3.    China (31.59%)

4.    Indonesia (29.53%)

5.    South Korea (28.15%),

6.    Philippines (25.90%)

7.    Qatar (24.93%)

8.    Venezuela (24.43%)

9.    Malaysia (22.99%)

10.    Peru (22.86%)

(Ozi)

Sumber: PR