pulsa-logo

Kapok Bikin Smartphone Gaming, Razer?


PULSA

Selasa, 26 Maret 2019 • 21:21

razer,razer phone,razer phone 3


RazerRazer

Razer bisa disebut sebagai pelopor pabrikan smartphone gaming. Sejatinya, razer merupakan perusahaan pembuat aksesoris PC dan konsol yang berkaitan dengan game. Razer berhasil memalingkan perhatian pecinta game mobile lewat perangkat Razer Phone pertama yang dirilis 2017 silam. Kemudian, produk terakhirnya dirilis Oktober tahun lalu yakni Razer Phone 2. Sayangnya untuk tahun ini produk Razer Phone terbaru masih simpang-siur.

Lewat wawancara dengan Engadget, CEO Razer Min-Liang Tan tersirat bahwa untuk saat ini Razer Phone masih di-hold. Meksipun tampaknya Razer sendiri masih memiliki ambisi untuk mingkatkan standar game mobile. Untuk tahun ini, Sang CEO memprediksi adopsi yang lebih luas dari kecepatan refresh layar 120Hz - dan bahkan mungkin pada panel OLED - di antara smartphone gaming. "Begitu kamu mencapai 120Hz, sulit untuk kembali," kata Tan.

Meski begitu, ambisi Razer untuk merevolusi standar game mobile tidak mengubah fakta bahwa itu Razer sendiri telah mengurangi pengembangan smartphone-nya. Sebut saja langkah PHK pada  bulan lalu, dan engenai masa depan yang belum jelas soal Razer Phone. Dan Ran terlihat menghindari pertanyaan tentang smartphone perusahaan berikutnya. Tetapi sang CEO tampaknya cukup puas, dia mengatakan bahwa Razer Phone  "telah melakukan dengan sangat baik," dan bahwa lini produk "telah memberikan apa pun yang kami inginkan untuk disajikan."

Tan menambahkan bahwa Razer masih memiliki kemampuan untuk membuat smartphone, terutama berkat tim teknik "yang cukup besar". Namun, dia memperingatkan bahwa industri saat ini sedang mengalami transisi yang canggung menuju 5G, ini merupakan situasi yang sulit bagi konsumen dan pembuat ponsel. "Jika saya membeli ponsel tahun ini sebagai gamer, saya ingin membeli ponsel 5G, tetapi jika saya membeli ponsel 5G, tidak ada jaringan untuk menggunakannya." Jadi mungkin tidak ada Razer Phone baru dalam waktu dekat, kalau begitu.

Bagi Tan, daya tarik konektifitas 5G yang lebih besar lebih pada cara mempercepat konvergensi game di PC, konsol, dan seluler, karena peran periferal I / O menjadi lebih penting, sementara peran perangkat klien dikurangi untuk menangani streaming, dan itu yang dilkukan oleh Google lewat Stadia.

Tapi apa pun alasan Tan, ketidakhadiran Razer Phone baru akan mengecewakan penggemar. Pada akhirnya, Razer memang merilis dua ponsel hebat untuk para gamer, namun kini dikatakan ada masalah mendasar dalam pengalaman gaming mobile. Razer percaya bahwa yang memegang kendali mobie game adalah software, bukan hardware. Seolah-olah, tidak peduli perangkat keras apa yang dijejali ke smarthone baru, masalah yang sama akan ada karena perangkat lunaknya. Misi baru Razer untuk memperbaiki masalah ini mungkin berhasil dan semoga pada saat itu terjadi, 5G akan ada di mana-mana, dan saat itulah baru kita akan melihat "Razer Phone 3.".  (*)

Sumber