pulsa-logo

Poni vs Punch Hole vs Slider, Mana Desain yang Tepat untuk Smartphone Masa Depan?


Arief Burhanuddin

Senin, 01 April 2019 • 20:22

takik, poni, kamera depan, kamera selfie, kamera swafoto, punch hole, slider camera, pop up camera


Generasi smartphone baru berbasis Android telah mengalami evolusi secara progresif terutama di sisi desain. 2 tahun lalu, kita telah melihat smartphone dengan desain poni yang kemudian disusul dengan desain waterdrop. Perkembangan selanjutnya, muncul smartphone dengan desain layar berlubang (hole punch), kamera pop up dan slider. Demi mengkompromikan kamera depan dengan tuntutan layar yang lebih lega, vendor smartphone berpikir keras berupaya menghadirkan desain yang bisa diterima konsumen.

Desain Punch Hole

Jika mengingat kembali masa-masa sekolah, Anda tentu pernah membuat catatan dalam tumpukan kertas yang kemudian disusun dalam sebuah binder.  Supaya rapi, Anda perlu membuat lubang dengan menggunakan pembolong lubang  menyiapkan minimal 2 lubang di tiap kertas dengan posisi yang sama. Nah, lubang yang dalam istilah bahasa Inggris-nya disebut punch hole tersebut diadopsi oleh vendor smartphone sebagai tempat kamera selfie yang letaknya ada di area layar, bukan di pinggir menempel pada bezel. Jadi paham kan, darimana istilah "hole punch notch" berasal?

Tujuan menggunakan desain seperti ini dan menempatkan kamera swafoto ke lebih ke dalam layar ketimbang menempel pada sisi atas bertujuan untuk menjaga tampilan di empat sudut smartphone supaya tetap cantik sambil mendorong layar lebih luas hingga ke tepi dan menipiskan tampilan bezel. Model punch hole semacam ini telah muncul di beberapa smartphone keluaran tahun 2019 seperti Samsung Galaxy S10 dan Huawei Nova 4.

Lubang kamera swafoto ini cukup kecil sehingga bisa ditempatkan di bilah status tanpa terlalu mengganggu tampilan secara umum.  Meski membuat lubang di layar membuat daya tahannya menjadi berkurang, namun smartphone semacam Honor View20 memberikan contoh bagaimana mereka dapat mempertahankan struktur dan kekuatan tampilan dengan menggunakan teknologi yang terdiri dari 18 lapis.


Poni Klasik

Dua tahun lalu, desain poni menjadi tren baru. Diawali oleh iPhone X, lekukan di bagian atas layar ini kemudian diikuti oleh vendor-vendor seperti Asus, OPPO, Xiaomi, bahkan oleh Google yang notabene merupakan rival Apple dengan Pixel 3 XL-nya.

Gaya takik atau poni tersebut kemudian berevolusi dalam bentuk yang lebih mungil dengan desain mirip tetesan air. Ini masih merupakan konsep yang serupa poni milik iPhone X, namun dalam dimensi yang lebih kecil dan tidak terlalu mengganggu. Beberapa smartphone paling populer dengan takik tetesan air adalah OPPO F9, Vivo V11, OnePlus 6T, Realme 2 Pro, Xiaomi Mi 9, dan beberapa perangkat Samsung Galaxy seri A dan M.

Menampilkan poni klasik maupun yang telah berevolusi menjadi desain tetesan air (waterdrop) merupakan jalan termudah untuk memberi lebih banyak ruang bagi layar sambil tetap menjaga struktur tampilan secara keseluruhan. Bisa dibilang, desain inilah yang paling banyak ditemui di pasaran saat ini.

Poni Slider

Jika Anda membayangkan desain poni slider ini seperti milik Nokia pisang 8110 yang cukup kondang beberapa dekade lalu, Anda tak sepenuhnya benar.

Memang, mekanismenya masih berupa menggeser bagian tertentu dari smartphone, namun mekanismenya kini dibantu secara motorized dan bagian yang digerakkan hanya sebagain kecil saja.

Tergantung pada cara takik atau poni jenis ini dirancang, tampilannya bisa dalam bentuk kamera pop-up kecil atau Anda bisa melihat sebagian bagian belakang smartphone yang bergeser ke atas untuk menampakkan sensor kameranya.

Takik slider memiliki satu tujuan: menyembunyikan kamera sepenuhnya demi tampilan layar yang penuh. Tidak ada poni atau penghalang lainnya seperti yang kita lihat dalam gaya takik konvensional. Desain geser maupun kamera pop up dikhawatirkan memang menimbulkan masalah terutama di komponen penggeraknya, namun hal itu tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap minat konsumen. Jenis desain seperti ini sedan tren dan diadopsi smartphone seperti Vivo V15 maupun OPPO F11 Pro.

Dengan tiga opsi desain yang berbeda, konsumen memiliki pilihan yang lebih beragam pertanyaan selanjutnya, desain manakah yang nantinya akan dipakai sebagai pakem smartphone di masa depan? Ataukah nantinya malah akan ada desain baru lagi sehingga ketiga desain di atas malah sama sekali tak terpakai?

Waktu yang akan menjawabnya. @ariefburhan/berbagai sumber Foto: XDA developer