pulsa-logo

ZTE Tampilkan Seri Inovasi 5G ke Indonesia Dalam #Leading 5G Tour 2019


Aldrin Symu

Kamis, 04 April 2019 • 20:10

ZTE, #Leading 5G Tour 2019,


ZTE Corporation menyelenggarakan pameran inovasi 5G terbaru di Indonesia melalui #Leading 5G Tour 2019. ZTE mengundang mitranya dari operator telekomunikasi terkemuka di Indonesia dan membawa para pakar topnya yang berasal dari grup CTO dan Litbang untuk berbagi perspektif mereka yang berharga tentang pengembangan 5G.

Berdasarkan teknologi dan produknya yang sangat kompetitif, ZTE berkomitmen untuk memfasilitasi para mitranya untuk menyebarkan jaringan secara cepat dan mengambil langkah awal dalam komersialisasi 5G yang akan datang.

“ZTE telah menjadi yang terdepan dalam teknologi 5G serta proses pra-komersialisasinya. Pada Mobile World Congress tahun ini di Barcelona, kami berbagi pengalaman dalam Unified RAN, Simplified Network, dan Active Ecosystem, untuk mengatasi tantangan-tantangan utama dalam menjadikan 5G dari teknologi menuju komersialisasi, termasuk hambatan situs dalam perubahan dari 2G menuju 5G, kompleksitas jaringan, dan penerapan bisnis 5G bersama dengan ekosistemnya. Kami sangat bersemangat dalam menyampaikan solusi mutakhir kami kepada mitra strategis kami di Indonesia dalam acara #Leading 5G Tour 2019 ini, termasuk Common Core, Network Slicing, 5G Flexhaul, Big Video, dan teknologi canggih lainnya”, kata Richard Liang , Presiden Direktur ZTE Indonesia dalam pidato pembukaannya.

ZTE telah berkomitmen pada inovasi teknologi berkelanjutan untuk menciptakan nilai lebih bagi pelanggan, dengan lebih dari 30.000 peneliti profesional yang berdedikasi untuk dorongan inovasi teknologi industri. Perusahaan ini telah menjadi nomor 1 di dunia untuk aplikasi paten sebanyak tiga kali di bawah Patent Cooperation Treaty (PCT), dan termasuk peringkat 100 teratas dalam Global Innovation 1000 Study. ZTE telah mengajukan lebih dari 73.000 aplikasi paten, dengan lebih dari 35.000 aplikasi tersebut sudah diakui, serta termasuk dalam peringkat 3 teratas dunia untuk aplikasi paten di bawah Patent Cooperation Treaty (PCT) selama 8 tahun berturut-turut.

Bai Jie, Marketing Director ZTE Indonesia mengatakan “Pada tahun 2018, biaya penelitian dan pengembangan ZTE mencapai RMB 10,91 miliar, yang membuktikan bahwa ZTE terus berinovasi dan berkonsentrasi pada peningkatan efisiensi dengan berfokus pada pelanggan, produk core dan mengoptimalkan struktur R&D. Kami senang membagikan inovasi dan teknologi ini kepada mitra operator telekomunikasi kami di Indonesia dan mendiskusikan bagaimana hal ini dapat membantu mereka menghadirkan jaringan yang andal dan lebih bernilai bagi pelanggan mereka ”.