pulsa-logo

Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Erajaya Melonjak 150%


Hairuddin

Senin, 08 April 2019 • 16:33

Laporan Keuangan, Erafone, Erajaya, PT Erajaya Swasembada, Laba Bersih Erajaya, Pendapatan Erajaya Naik, Bisnis Smartphone Erajaya


Jaringan Ritel ErafoneJaringan Ritel Erafone

Awal 2019 ini, PT Erajaya Swasembada Tbk mengumumkan laporan keuangan tahun 2018. Di laporan tersebut, Erajaya membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 43%. Pertumbuhan ini berasal dari peningkatan penjualan melalui ekspansi pasar yang cukup agresif.

Budiarto Halim, Presiden Direktur PT  Erajaya Swasembada Tbk, mengatakan, “Kami dengan bangga mengumumkan hasil kinerja positif ERAA di tahun 2018 dengan pertumbuhan penjualan mencapai 43% dan laba bersih    sebesar 150%. Pencapaian ini sangat luar biasa, jika dibandingkan dengan kondisi pasar yang secara umum tidak tinggi pada tahun sebelumnya. Kami melihat tahun 2018 memiliki momentum yang positif dalam penjualan smartphone. Saat ini, smartphone sudah dianggap menjadi bagian penting sebagai pendukung aktivitas sehari-hari. Semakin hari, semakin    banyak pelanggan yang    tertarik    dengan smartphone berkualitas dengan harga terjangkau.”

Pada tahun 2018, Erajaya menjual lebih dari 16 juta smartphone, naik sekitar 30% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata harga    penjualan produk (Average Selling Price ASP) meningkat sekitar 13% menjadi Rp    1,8 juta. Hal ini memberikan penetrasi pasar yang lebih baik dan memperlihatkan minat yang tinggi terhadap smartphone berkualitas dengan harga terjangkau. Sebagai tambahan, teknologi yang semakin berevolusi mendorong setiap brand untuk menciptakan smartphone terkini yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.

Selain itu, Erajaya juga mengumumkan beberapa poin penting lainnya sebagai berikut:

  • Penjualan bertumbuh 43% dari 24,2 triliun di 2017 menjadi Rp 34,7 triliun di 2018, yang bersumber dari meningkatnya volume penjualan smartphone.
  • Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk naik 150% YoY dari Rp 339,5 miliar di 2017 menjadi Rp 850,1 miliar di 2018.
  • Peningkatan beragam jenis produk yang diminati pasar menyebabkan kenaikan margin kotor dan laba bersih sebesar masing-masing 9,1% dan 2,5% di 2018.

Sementara Hasan Aula, CEO PT Erajaya Swasembada Tbk menambahkan, “Dalam rangka mengembangkan skala bisnis Erajaya dan menangkap peluang atas permintaan pasar, saat ini modal kerja Perseroan, terutama pada stok persediaan meningkat hingga akhir tahun 2018. Dalam hal ini, rata-rata perputaran persediaan kami meningkat hingga diatas 50 hari, yang menyebabkan meningkatnya perputaran arus kas Perseroan. Oleh sebab itu, level pinjaman bank kami pun meningkat. Manajemen Erajaya mempertimbangkan hal-hal tertentu sebagai prioritas utama kami. Saat ini kami sedang dalam proses mengambil langkah-langkah untuk berubah bersama dengan principals dan partners untuk meningkatkan kinerja ke depannya.

Untuk melakukan ekspansi dalam memasarkan produknya, Erajaya juga membuka toko retail secara agresif selama tahun 2018, yaitu dengan membuka 212 toko di Indonesia, Malaysia dan Singapore dengan    total toko yang dimiliki sejumlah 936 toko Retail.