pulsa-logo

Ini Dia Penyebab Layar Samsung Galaxy Fold Mudah Rusak


Nariswari

Kamis, 25 April 2019 • 14:15

Samsung,Galaxy Fold


Salah-satu reviewer yang meaporkan kerusakan layar Galaxy Fold, image: screenshot/Twitter @stevekovachSalah-satu reviewer yang meaporkan kerusakan layar Galaxy Fold, image: screenshot/Twitter @stevekovach

Setelah langkah penarikan semua unit Galaxy Fold yang diulas  oleh media baru-baru ini, Samsung secara terbuka mengumumkan penundaan peluncuran smartphone lipatnya itu untuk waktu yang tidak terbatas.

Konsumen baru-baru ini dibuat sangat terkejut dengan kabar yang menyebutkan bahwa layar fleksibel pada beberapa unit review Samsung Galaxy Fold mudah rusak. Insiden ini bahkan mendorong Samsung untuk menunda peluncuran Galaxy Fold secara global. Gagalnya rencana debut Galaxy Fold membuat banyak orang bertanya-tanya apa yang salah dengannya yang disebut sebagai ponsel lipat komersial pertama di dunia.

Smartphone yang dibanderol sangat mahal hamper 2000 USD ini ternyata menyimpan beberapa kerentanan  dari sisi komponen layar fleksibelnya. Netizen di situs populer iFixit rupanya mengungkap  beberapa alasan, mengapa Galaxy Fold terlihat sangat rapuh.

Dalam posting blog terbaru di iFixit, Kevin Purdy dan anggota lain dari tim iFixit memeriksa masalah-masalah yang ada di smartphone Galaxy Fold. Tim di iFixit diketahui mendapatkan kesempatan untuk menggunakan Galaxy Fold sebagai salah satu media yang mengulas smarphone lipat tersebut.

Ringkasnya, postingan tersebut mengisyaratkan tampilan OLED sebagai ‘jantung masalah’ dari  Galaxy Fold. Terutama karena komponen layar OLED ini tidak memiliki lapisan pelindung seperti Gorilla Glass di atasnya. Layar OLED yang digunakan di Galaxy Fold sangat rapuh sehingga partikel debu terkecil sekalipun dapat menyebabkan masalah. Sedikit saja adanya lipatan akan memungkinkan area tersebut mengumpulkan debu, sehingga dapat dengan mudah menjadi area sensitif untuk menjadi sumber masalah di layar.

Dalam beberapa kasus, film pelindung layar pada layar OLED memang dikelupas oleh pengguna. Padahal ini dapat mendatangkan resiko kerusakan pada layar OLED dan terutama jika layar fleksibel ini mendapatkan tekanan yang kuat pada panel OLED yang relatif tidak terlindungi.

Sebelum rilis Galaxy Fold, Samsung telah melakukan serangkaian pengujian tekanan (strength test) pada bahan layar secara mekanis yang dipublikasikan ke media. Di mana folder robot memamerkan mekanisme lipatan pada layar OLED hingga beberapa kali lipat.


iFixit berpendapat bahwa tes tersebut terlalu mekanis dan tidak mempertimbangkan fakta bahwa penggunaan manusia pada layar smartphone lipat tersebut  berbeda-beda. Tidak adanya garis lipatan khusus di bagian tengah layar yang dapat dilipat bahkan mencegah lipatan secara konsisten, membuat lebih banyak tekanan pada panel OLED. Ini adalah salah satu kemungkinan yang  menjelaskan mengapa layar OLED tersebut memiliki tonjolan kecil di daerah garis lipatan. (Naris/Ozi)

Sumber: 1, 2