pulsa-logo

Merasa Dirugikan, Seorang Remaja Tuntut Apple Senilai Rp14 Triliun


Nariswari

Kamis, 25 April 2019 • 14:42

Apple


Ilustrasi: Logo AppleIlustrasi: Logo Apple

Seorang pelajar berusia 18 tahun bernama Ousmane Bah, mengatakan bahwa dirinya merasa sangat dirugikan dan stres karena masalah yang disebabkan oleh Apple.

Kejadiaan naas yang dialami pelajar di New York ini bermula saat dirinya ditangkap di rumahnya pada bulan November 2018 lalu dan didakwa mencuri dari sebuah toko Apple Store. Surat perintah penangkapan termasuk foto  yang dilampirkan di surat perintah penangkapan, tidak menyerupai wajahnya.

Ousmane Bah mengatakan dia sebelumnya telah kehilangan kartu pelajarnya, yang mungkin telah ditemukan atau dicuri oleh si pencuri asli dan digunakan sebagai identifikasi saat si pencuri melakukan aksinya di toko Apple Store.

Akibatnya, mungkin secara tidak sengaja dirinya terhubung ke wajah pencuri di sistem pengenalan wajah, yang menurutnya digunakan Apple  di toko-tokonya untuk melacak orang-orang yang dicurigai melakukan  pencurian di Apple Store.

Tidak terima dengan tuduhan tersebut, Ousmane Bah dalam gugatan yang diajukan Senin (22/4) menyebutkan bahwa di hari kejadian tersebut yang berlangsung di Boston, dirinya sedang menghadiri kegiatan seniornya di Manhattan.

Apple dan Security Industry Specialists Inc., sebuah perusahaan keamanan yang juga disebut sebagai terdakwa dalam gugatan yang diajukan oleh Ousmane Bah. Baik Apple dan  Security Industry Specialist Inc. masih enggan dan menolak mengomentari gugatan Ousmane Bah tersebut

Kasus  Ousmane Bah  terdaftar di Pengadilan Distrik A.S., Distrik Selatan New York (Manhattan) dengan nomor resgister  Bah v. Apple Inc., 19-cv-03539. Tidak tanggung-tanggung, dalam tuntutannya tersebut, Ousmane Bah menggugat Apple Inc. senilai 1 miliar USD (setara dengan Rp14 triliun). Ousmane Bah   mengklaim perangkat lunak dan teknologi  pengenalan wajah yang digunakan oleh Apple dan Security Industry Specialist Inc.  secara salah mengaitkan dirinya dengan serangkaian pencurian dari Apple Store.


Ousmane Bah mengatakan bahwa dirinya dipaksa untuk menanggapi berbagai tuduhan palsu yang menyebabkan stres dan berbagai kesulitan  dalam menjani kehidupan sehari-hari. (Naris/Ozi)

(Sumber)