pulsa-logo

Mekari: Transformasi Digital, Kunci Daya Saing UKM di Masa Depan


Fauzi

Jum'at, 26 April 2019 • 15:57

Mekari,UKM Indonesia


Image: MekariImage: Mekari

Mekari, penyedia platform bisnis berbasis cloud, baru-baru ini menyelenggarakan Mekari Conference, sebuah konferensi untuk UKM di Indonesia yang bertempat di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka. Bertemakan “Powering Indonesia SMEs with Technology”,  acara ini bertujuan untuk mendorong adopsi teknologi digital bagi UKM di Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing UKM Indonesia di masa yang akan datang.

Pasalnya, berdasarkan data dari CISCO APAC SMB Digital Maturity Index tahun 2019, Indonesia menjadi negara yang masih menduduki peringkat dua terakhir dari 14 negara Asia Pasifik terkait kesiapannya dalam transformasi digital. Padahal menurut riset yang dilakukan oleh McKinsey, adopsi teknologi dapat mendorong pertumbuhan UKM hingga dua kali lipat. Adapun, sektor usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Indonesia memang memegang peranan penting pada perekonomian negara. Menurut Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dalam lima tahun terakhir ini saja, kontribusi sektor usaha UMKM terhadap produk domestik bruto meningkat menjadi 60.34% dari jumlah sebelumnya yaitu sekitar 57.84%.

Pelaku UKM harus tanggap dalam menghadapi perubahan tren yang sangat cepat, tidak hanya di perubahan tren pasar namun juga perkembangan teknologi. Adopsi teknologi digital yang maksimum dapat mendorong UKM untuk berinovasi dalam menghadirkan produk dan servis baru hingga peningkatan produtivitas proses bisnis. Hal ini tentunya menjadikan transformasi digital pada bisnis UKM semakin krusial dan patut untuk diperhatikan. Terlebih lagi pesatnya perkembangan teknologi ini telah mengubah perilaku masyarakat yang semakin mengarah ke digitalisasi.

Menanggapi hal tersebut, Suwandi Soh, CEO dari Mekari, menyampaikan, “Kami percaya bahwa setiap bisnis UKM memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk tumbuh. Namun, di era digital saat ini maupun masa depan, literasi dan tingkat adopsi teknologi yang akan menjadi penentu seberapa jauh bisnis dapat melangkah. Hanya saja, hasil studi menunjukkan UKM Indonesia masih relatif tertinggal dan belum siap untuk go digital. Karena itu, kami berusaha menyuarakan pentingnya memulai transformasi digital, karena melihat bahwa pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan daya saing UKM Indonesia."

Berdasarkan tahapannya, transformasi digital sendiri dibagi menjadi empat fase menurut CISCO APAC SMB Digital Maturity Index tahun 2019,  yang pertama adalah Digital Indifferent dimana bisnis sudah mulai tanggap terhadap perubahan pasar, namun belum memanfaatkan teknologi digital apapun. Fase berikutnya adalah Digital Observer, yang merupakan fase dimana bisnis sudah mulai menggunakan teknologi digital secara taktis, dan lebih fokus pada proses otomatisasi untuk menghasilkan efisiensi. Fase ketiga adalah Digital Challenger, yakni dimana bisnis sudah menggunakan teknologi digital secara strategis dan proses utama dalam pengoperasian bisnis sudah terotomatisasi dengan baik. Puncaknya adalah fase dimana bisnis sudah didukung dengan kemampuan analitik yang mumpuni dan terotomatisasi secara keseluruhan dalam pengoperasian bisnisnya. Pada fase yang disebut dengan Digital Native ini, bisnis telah siap untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan dengan strategi digitalisasi yang terintegrasi.

Dalam mewujudkan transformasi digital, konektivitas menjadi salah satu aspek yang paling berpengaruh. Saat ini, pengguna internet di Indonesia sudah menembus angka sekitar 150 juta atau sekitar 56% dari jumlah penduduk total. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar 147 juta. Angka ini terus menunjukkan pertumbuhan yang positif setiap tahunnya.

“Kami setuju bahwa UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia dan kami yakin jika rekan UMKM didukung oleh konektivitas digital yang tinggi, UMKM dapat berkembang lebih pesat untuk mendongkrak perekonomian nasional. XL Axiata juga terus berinovasi dalam memberikan akses konektivitas yang baik bagi rekan UMKM, tidak hanya itu, wujud nyata kami lainnya juga ikut berpartisipasi aktif untuk mendukung transformasi digital ini. Salah satunya melalui Mekari Conference ini,” ucap Sharif Lukman Mahfoedz, Group Head Enterprise Product and Marketing, PT XL Axiata Tbk.


Mekari Conference, didukung oleh Bank Mandiri & XL Axiata, menghadirkan lebih dari 35 pembicara berlatarbelakang CEO, Founders, Executives dari sektor pemerintah, UKM, startup, korporasi, hingga investor di Indonesia. Konferensi ini memiliki misi untuk meningkatkan daya saing UKM Indonesia melalui teknologi, karena melihat minimnya adopsi teknologi pada industri UKM Indonesia dan ketertinggalan dalam pemanfaatan teknologi dibandingkan dengan negara lain.

“Kami senang melihat animo para pelaku bisnis UKM, dimana lebih dari 2,000 peserta hadir di Mekari Conference 2019. Antusiasme peserta di acara ini menjadi indikasi bahwa UKM Indonesia memang ingin bertransformasi dan go digital untuk memajukan bisnisnya. Hal tersebut mendorong optimisme Mekari untuk terus berkomitmen dan menjadi wadah bagi UKM Indonesia dalam mempersiapkan dan mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital,” tutup Suwandi Soh. (Ozi)

Sumber: PR