pulsa-logo

Ini Strategi Realme untuk Bersaing di Pasar Smartphone Indonesia


Hairuddin

Selasa, 30 April 2019 • 01:02

Realme, Strategi Realme, Persaingan smartphone tanah air, Bisnis smartphone, Penjualan Realme


Realme U1Realme U1

Persaingan di industri perangkat mobile tercatat kian sengit. Tidak hanya didominasi oleh pemain lama, vendor-vendor baru pun mulai bermunculan bak jamur di musim hujan. Salah satu pemain baru yang mulai terlihat agresif adalah Realme.

Vendor asal Tiongkok ini merupakan salah satu pemain baru yang tengah menggempur pasar Asia. Meski berasal dari negara Tirai Bambu, Realme hingga kini memiliki titik fokus pemasaran di wilayah Asia Tenggara. Saat ini realme telah menjamah negara-negara seperti India, Bangladesh, Thailand, Malaysia, Filipina, dan tentunya Indonesia. Negara-negara di Asia Tenggara dipilih karena dianggap menjadi pasar yang memiliki potensi besar.

Untuk pasar Asia Tenggara tersebut, khususnya Indonesia, Realme punya strategi jitu yang salah satunya adalah menyasar dan menggandeng anak muda kekinian alias milenial. Realme melihat anak muda sebagai kelompok yang memiliki kekuatan dan gairah. Anak muda selalu ingin bebas berekspresi dan tidak takut akan tantangan yang akan dihadapi. Anak muda turut dianggap selalu bersemangat untuk menemukan, menciptakan dan bermimpi sesuatu yang baru.

Oleh karena itu, realme melihat anak muda tidak hanya memandang sebuah ponsel pintar sebagai alat komunikasi semata. Kelompok ini menganggap ponsel pintar sebagai alat untuk bersosialisasi, hiburan, bekerja sekaligus belajar dalam hidupnya. Belum lagi dari sisi estetika, desain sebuah ponsel akan merepresentasikan kepribadian masing-masing personal.

Didirikan di Tiongkok pada Mei 2018, tidak perlu lama untuk brand realme masuk ke Indonesia. Tercatat pada tanggal 9 Oktober 2018 realme masuk ke Tanah Air dengan membawa serta anggotanya yakni realme C1, realme 2, realme 2 Pro.

Penerimaannya sendiri ternyata sangat besar. Menutup tahun 2018, trio seri realme tersebut menyabet gelar sebagai Triple Champion Smartphone pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 di Lazada. Gelar ini diraih sebagai juara pertumbuhan penjualan tercepat, total unit penjualan terbanyak, dan penjualan produk tunggal dari merek smartphone baru terbanyak untuk periode 1 Oktober – 11 November 2018.

Pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 di Lazada, realme berhasil menjual 40 ribu unit ponselnya dalam waktu 21 menit. Realme 2 Pro dengan nilai penjualannya mencapai Rp 33 miliar, didapatkan dalam waktu kurang dari 3 menit.


Kesuksesan itu memicu realme untuk semakin agresif membawa produk-produk baru. Pada Desember 2018 realme memboyong U1 yang berfokus ke ponsel dengan fitur selfie terbaik. Kemudian belum lama ini yaitu pada Maret 2019, realme 3 juga langsung melantai. Bahkan mereka tengah menyiapkan versi flagship dari ponsel itu yang diperkirakan akan meluncur bersamaan dengan generasi kedua dari lini paling terjangkaunya.

Bicara harga, terjangkau juga menjadi faktor penentu kesuksesan realme. Dengan spesifikasi mumpuni dan desain terkini, realme memasarkan produk-produknya dengan banderol harga yang tidak menguras kantong. Belum lagi sejumlah fitur kelas atas yang mereka “turunkan” demi memberikan kepuasan pengalaman menggunakan ponsel realme.

Meski terjangkau, bukan berarti realme mengorbankan kualitas. Realme merupakan sub-brand dari OPPO. Oleh karena itu, untuk urusan kualitas sekaligus layanan purna jual, realme mengikuti standar OPPO yang memang sudah terkenal baik. Urusan layanan purna jual ponsel realme dapat dilakukan di ribuan toko retail dan 117 service center milik OPPO.

Kendati demikian, realme telah membuat langkah membuka service center eksklusif. Dimulai dari Realme Service Center di daerah Roxy, Jakarta, yang diresmikan pada Februari 2019. Layanan yang diberi oleh realme Service Center diantaranya adalah perbaikan cepat satu jam, menjual aksesoris original produk Realme, konsultasi upgrade, penggantian komponen dan pengiriman gratis.