pulsa-logo

Trafik Data Operator Naik Selama Pilpres


Arief Burhanuddin

Jum'at, 03 Mei 2019 • 13:18

jaringan seluler, trafik data, operator seluler,


Momen pemilihan presiden dan wakil rakyat yang berlangsung tanggal 17 April kemarin telah menyumbang kenaikan layanan data operator secara signifikan. Minat masyarakat untuk memantau berita dan mengikuti perkembangan perhelatan politik paling kabar di tanah air ini menjadi pemicu naiknya penggunaan internet dalam kurun waktu menjelang, pada saat, dan sesudah pilpres. Meski tak setajam kenaikan trafik data, trafik percakapan alias voice ditengarai juga mengalami kenaikan.

XL Axiata misalnya. Sebagai salah satu operator penyedia jasa layanan telekomunikasi di Indonesia, mereka mencatat kenaikan tertinggi untuk trafik data di angka 24%. Angka ini dipantau selama kurun waktu 16 hingga 18 April 2019. Sementara untuk trafik voicenya, mereka mengaku mengalami kenaikan hingga 4%.

Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih mengatakan, "Kenaikan trafik data terutama didorong oleh penggunaan akses ke berbagai saluran berita yang meningkat sebesar 190% dibanding hari normal. Akses ke media social seperti Facebook, Instagram, Twitter naik 6%, instant messenger seperti WhatsApp, Telegram, dan lainnya juga meningkat hingga 30%. Yang menarik, akses ke games online juga naik signifikan, yaitu sampai 175%. Sepertinya banyak pelanggan yang memanfaatkan hari libur Pilpres untuk bersantai juga dengan main games."

Sepanjang periode sehari sebelum dan setelah Pilpres 2019 kemarin masyarakat juga sangat antusias mengunggah foto dan video terkait pesta demokrasi yang berlangsung. Ini terlihat dari naiknya data berupa foto dan video yang diunggah melalui berbagai saluran digital naik hingga 7%.

Telkomsel



Telkomsel sebagai operator terbesar di tanah air juga ikut kebagian rejeki. Trafik layanan data mereka melonjak hingga 16,3% saat penyelenggaraan pesta demokrasi 17 April kemarin. Jika dihitung secara teknis, data yang mereka alirkan mencapai 18,5 petabyte.

Sumatera Barat menjadi wilayah yang menyumbang trafik layanan data tertinggi bersamaan dengan Riau yaitu sebesar 28%. Menyusul di belakangnya adalah Sulawesi (19,5%) dan Jawa Barat sebesar 18,3%.

Sementara itu, trafik layanan suara malah mengalami penurunan sebesar 10% menjadi 1,125 miliar menit dibanding hari biasa. Hal yang sama juga dialami oleh trafik layanan SMS yang turun sebesar 7,8% menjadi 482 juta SMS.

GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan maupun momen nasional dalam hal penyediaan layanan komunikasi, termasuk pada Pemilu tahun ini.

"Dalam Pesta Demokrasi yang juga berdekatan dengan momen Ramadhan dan Idul Fitri, kami telah menyiapkan dan memastikan infrastruktur jaringan agar selama masa tenang, Pilpres, Hari Pemilihan hingga Pengumuman, layanan komunikasi berjalan lancar dan tidak ada gangguan ataupun kendala yang berarti," kata Denny

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik layanan yang terjadi pada momen Pemilu 2019, sejak jauh hari Telkomsel telah memperkuat seluruh elemen jaringan di seluruh Indonesia. Telkomsel telah melakukan optimalisasi jaringan di lebih dari 1.400 titik yang terdiri dari KPU Pusat, KPU Daerah, TPS, Bawaslu, Kantor Kepolisian dan Militer di seluruh Indonesia.

Indosat

Berkah pemilu tampaknya juga menghinggapi Indosat. Tercatat pada hari pencobolosan 17 Apirl lalu, trafik layanan data Indosat mengalami kenaikan drastis sebesar 8.163,57 Terabytes, atau sebesar 7,02 persen dibanding trafik hari biasa.

"Media sosial yang paling tinggi digunakan oleh pelanggan adalah YouTube dan WhatsApp dengan mencatatkan kenaikan sebesar 5,43 persen untuk YouTube dan 7,93 persen untuk WhatsApp jika dibandingkan hari biasa. Daerah atau kota yang tercatat menggunakan trafik data tertinggi berada di Jakarta," ujar GH Corporate Communications Indosat Ooredoo, Turina Farouk.

Indosat juga mencatat bahwa kota Jakarta mengalami kenaikan trafik data tertinggi dibanding kota-kota lain di Indonesia.

Indosat sudah jauh-jauh hari mengantisipasi lonjakan trafik pilpres dan lebaran. Mereka telah mempersiapkan kapasitas jaringan telekomunikasi untuk Pemilu yang merupakan bagian dari kesiapan kapasitas jaringan yang telah dilakukan sejak awal tahun, diantaranya melalui penggelaran jaringan 4G Plus yang telah mengcover 80% populasi nasional, dalam rangka mengantisipasi berbagai momen kenaikan trafik sepanjang tahun 2019, termasuk di dalamnya momen Pemilu.

Untuk menjaga performansi jaringan, Indosat juga melakukan monitoring jaringan lebih intensif secara nasional melalui iNOC & ISOC, sehingga setiap potensi gangguan trafik telekomunikasi bisa segera diidentifikasi dan diselesaikan dengan cepat.