pulsa-logo

Aplikasi Ini Bisa Bantu Diagnosa Sendiri Infeksi Telinga


Nariswari

Senin, 20 Mei 2019 • 16:37

Aplikasi Ini Bisa Bantu Diagnosa Sendiri Infeksi Telinga


Image credit  Dennis Wise/University of WashingtonImage credit Dennis Wise/University of Washington

Berkat kemajuan teknologi, smartphone generasi terbaru  telah berkembang  semakin canggih. Tak hanya sekadar menjadi perangkat yang dapat melakukan panggilan telepon, mengirim email, memutar musik, dan menjelajahi web. Namun smartphone saat ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas manusia di berbagai  bidang, seperti misalnya digunakan di bidang medis sebagai pemindai ultrasound dan juga sebagai alat untuk membantu mendeteksi Alzheimer.

Inilah sebabnya,cukup masuk akal saat mengetahui bahwa para peneliti baru-baru ini mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat  digunakan untuk  membantu mendiagnosis infeksi telinga. Aplikasi yang digunakan di smartphone ini  sangat berguna bagi  tiap orang yang mengalami infeksi telinga atau ingin mendiagnosa gangguan pada telinga mereka.

Melalui penggunaan aplikasi dan alat bantu berupa kertas kerucut (paper cone), aplikasi  ini akan dapat mendiagnosis infeksi telinga seara mandiri, sebelum  pengguna ke rumah sakit atau ke dokter. Bagaimana cara kerjanya?

Dengan menggunakan speaker ponsel pintar, aplikasi ini menyalurkan suara melalui paper cone  dan berdasarkan gema dari suara yang diambil oleh aplikasi, maka  akan dapat mengetahui apakah mungkin terdapat cairan di belakang gendang telinga. Yang berpotensi adalah resiko gangguan atau infeksi pada telinga.

Sejauh ini berdasarkan tes yang team peneliti lakukan, melibatkan sekitar 50 anak.  Ditemukan bahwa aplikasi ini dapat bekerja secara akurat  85%. Berdasarkan hasil pengujian dari  beberapa anak yang terlibat di penelitian itu, menunjukkan bahwa cairan di belakang gendang telinga mungkin tidak selalu menjadi indikasi infeksi telinga, namun hanya kotoran yang menyumbat.

Team pembuat aplikasi disarankan untuk  menyertakan informasi tambahan kepada tiap  pengguna tentang cara menafsirkan hasil diagnosa infeksi telinga. (*)

Sumber: 1, 2