pulsa-logo

Oppo dan Xiaomi Akan Bersaing dengan Sub-brand Mereka Sendiri


Fauzi

Selasa, 21 Mei 2019 • 15:05

Oppo,Xiaomi,Realme,Redmi


Ilustrasi: Realme 2 ProIlustrasi: Realme 2 Pro

Baik Oppo maupun Xiaomi diketahui merupakan induk perusahaan dari dua sub-brand yang kini tengah mengarungi persaingan di pasar smartphone. Kedua sub-brand tersebut adalah Realme dari Oppo dan Redmi dari Xiaomi.

Terkait dengan langkah dua vendor yang mendorong kiprah sub-brand mereka di pasar, justru disinyalir juga akan mempengaruhi penjualan dari smartphone brand mereka sendiri, yakni Oppo dan Xiaomi.

“Upaya vendor smartphone asal Cina Oppo dan Xiaomi untuk mendorong penjualan model sub-brand dengan rasio harga/performa tinggi dapat mempengaruhi penjualan brand (mereka) sendiri dari perusahaan induk dan merek lainnya,” demikian seperti dikatakan sumber di industry seperti dilansir DigiTimes.

Bukan tanpa alasan, realme, umpanya brand yang berdiri pada pertengahan 2018 telah mempromosikan smartphone kelas atad dengan harga lebih terjangkau. Brand ini juga baru-baru ini telah meluncurkan Realme X terbaru di Beijing.

Meskipun bukan model top-on-the-line, Realme X datang dengan chip Snapdragon 710, layar OLED 6.53 inci tanpa notch, kamera 48 MP dengan sensor Sony IMX586, kamera selfie pop-up 16 MP dan sensor sidik jari di layar.

Sehingga sumber tadi menilai bahwa potensi penjualan Realme X tinggi, hal itu lantaran perusahaan mempertahankan strategi penetapan harga yang agresif dengan menawarkan model tersebut di kisaran harga 1499 yuan (Rp3,2 jutaan).

Mengikuti langkah realme, Redmi yang merupakan sub-brand Xiaomi juga berencana untuk segera meluncurkan model baru, yakni Redmi K20 sebagai pesaing Realme X.


Redmi K20 akan datang dengan layar AMOLED 6.39 inci, prosesor Snapdragon 855, dan triple-camera 48 MP + 16 MP + 8MP. Dari sisi harga, lagi-lagi menurut sumber di industry, smartphone ini diperkirakan akan dijual dengan banderol sekitar 1500 yuan.

Alhasil, menurut asumsi sumber industri, kehadiran jajaran smartphone Redmi memang memungkinkan Xiaomi untuk lebih focus pada segmen premium, namun penjualan untuk jajaran smartphone Xiaomi Mid an Redmi sangat tumpang tindih. Sehingga hal ini bisa merusak penjualan seri Mi.

Hal tak jauh berbeda juga bisa dialami Oppo. Penjualan yang kuat dari Realme X juga dapat mempengaruhi upaya Oppo untuk mempromosikan seri Reno terbaru yang dari sisi harga lebih mahal. Terlebih, jajaran Reno juga dibesut dengan mengusung prosesor yang sama, yakni Snapdragon 710. (Ozi)

(Sumber)