pulsa-logo

Hongmeng, OS Mobile Besutan Huawei


Nariswari

Rabu, 22 Mei 2019 • 18:57

Hongmeng, OS Mobile Besutan Huawei,pengganti android,perang dagang


ilustrasiilustrasi

Pasca Google menangguhkan sebagian kemitraannya dengan Huawei, karena  mengikuti perintah presiden AS, Donald Trump, hal ini memberikan dampak cukup besar bagi Huawei. Keputusan ini  tentunya akan mempengaruhi ketersediaan perangkat lunak Android untuk smartphone  Huawei  di masa yang akan datang. Meski Departemen Perdagangan AS untuk sementara waktu mencabut larangan (banned) pada Huawei selama 90 hari ke depan. Tidak hilang akal, Huawei mengantisipasi keputusan  tersebut dan telah menyiapkan sistem operasinya sendiri yang akan dijalankan  untuk perangkatnya.

Berdasarkan informasi yang  diperoleh dari Global Times yang  mengutip laporan dari media lokal di Tiongkok, Huawei  memilih  nama 'HongMeng'  sebagai nama OS mobile yang akan dijalankan di perangkat seluler Huawei. Dan HongMeng OS  inilah disebut-sebut akan menggantikan Android jika saja skenario perang dagang AS-Cina memburuk.

Namun sayangnya sejauh ini belum ada detail lain tentang sistem operasi HongMeng OS. Dan juga masih harus dilihat apakah Huawei akan benar-benar  menggantikan Android dengan OS buatannya sendiri yang akan dijalankan pada ponsel Huawei di masa depan.

Berbicara tentang OS garapannya sendiri, Richard Yu (Huawei) dalam sebuah wawancara dengan media lokal di China  pada bulan Maret lalu mengatakan, bahwa Huawei memang  telah menyiapkan sistem operasi mereka sendiri.  Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka Huawei akan siap menggunakan sistem operasi mereka sendiri. Itu rencana kami B, tapi tentu saja, Huawei lebih suka bekerja dengan ekosistem Google dan Microsoft.

Dengan menggarap OS-nya sendiri  untuk menggantikan Android, tentu  ada tantangan seperti dukungan aplikasi dan  “upaya ekstra” untuk  meyakinkan khalayak luas, terutama di pasar di luar Cina. Meskipun Huawei bisa saja mensponsori pengembang untuk membawa aplikasi mereka ke HongMeng OS, namun  masih perlu waktu bertahun-tahun untuk mencapai tingkat popularitas dan ekosistem  seperti  toko aplikasi Google Play, dengan 2,6 juta aplikasi.


Huawei sekarang hanya masih menikmati sekitar 3 (tiga) bulan sebelum ada keputusan lebih lanjut mengenai kemitraan dengan perusahaan-perusahaan asal AS.(*)

Sumber