pulsa-logo

Bahkan AI Pun Dilibatkan untuk Membuat Film yang Bagus


Nariswari

Rabu, 29 Mei 2019 • 00:18

AI,artificial intelligent,kecerdasan buatan,AI di industri film,hollywood,box office


ilustrasi (doc. PULSA)ilustrasi (doc. PULSA)

Teknologi artificial intelligent (AI) atau kita kenal sebagai kecerdasan buatan sudah semakin masif digunakan pada bermacam industri. Bahkan, AI pun dilibatkan dalam membuat keputusan untuk menentukan produksi film yang bagus.

Laporan The Verge menyampaikan bahwa startup yang berbasis di Los Angeles, Cinelytic adalah salah satu dari sekian banyak perusahaan yang menjanjikan bahwa AI akan menjadi produsen (film) yang bijak. Ini melisensikan data historis tentang pertunjukan film selama bertahun-tahun, kemudian dibandingkan dengan informasi tentang tema dan bakat utama film, menggunakan mesin pembelajaran untuk menemukan pola tersembunyi dalam data. Perangkat lunaknya memungkinkan pelanggan seperti bermain game football manager dengan film mereka, memasukkan naskah dan pemeran, lalu bertukar satu aktor dengan aktor lain untuk melihat seberapa pengaruhnya terhadap proyeksi box office.

Misalnya, ketika Anda memiliki ide untuk memproduksi film blockbuster dengan pemeran utama Emma Watson, kata salah satu pendiri dan CEO Cinelytic, Tobias Queisser, lalu Anda bisa dapat mudah menggunakan perangkat lunak Cinelytic untuk melihat bagaimana mengubah kettika oemeran utama itu diganti dengan Jennifer Lawrence dan kemudian melihat kinerja box office film tersebut.

“Anda dapat membandingkannya secara terpisah, membandingkannya dalam paket. Buat model dengan dua skenario menggunakan pemeran Emma Watson dan Jennifer Lawrence, lalu lihat, mana yang memiliki implikasi lebih baik untuk wilayah yang berbeda, ” kata Queisser kepada The Verge.

Cinelytic bukan satu-satunya perusahaan yang berharap menerapkan AI pada bisnis film. Dalam beberapa tahun terakhir, sekelompok perusahaan bermunculan menjanjikan wawasan serupa. Belgium's ScriptBook, didirikan pada tahun 2015, mengatakan algoritmenya dapat memprediksi kesuksesan film hanya dengan menganalisis skripnya. Startup asal Israel Vault, yang didirikan pada tahun yang sama, menjanjikan klien-nya bahwa mereka dapat memprediksi demografi mana yang akan menonton film mereka dengan melacak (antara lain) bagaimana trailernya diterima secara online.

Perusahaan lain bernama Pilot menawarkan analisis serupa, menjanjikannya dapat memperkirakan pendapatan box office hingga 18 bulan sebelum peluncuran film dengan "akurasi tak tertandingi." November lalu, 20th Century Fox menjelaskan bagaimana ia menggunakan AI untuk mendeteksi objek dan adegan dalam sebuah trailer dan kemudian memprediksi “segmen mikro” dari penonton mana yang akan menemukan film yang paling menarik. (*)

Sumber