pulsa-logo

Imbas Sanksi AS, Harga Bekas Huawei P30 Pro Anjlok


PULSA

Jum'at, 31 Mei 2019 • 23:15

Imbas Sanksi AS, Harga Bekas Huawei P30 Pro Anjlok


Huawei P30 ProHuawei P30 Pro

Laporan pengapalan smartphone pada periode triwulan pertama 2019 yang dirilis oleh International Data Center (IDC) menunjukan bahwa posisi Huawei yang semakin mendekati Samsung sebagai market leader. Data ICD juga mencatat keberhasilan Huawei yang lagi-algi menyalip Apple di posisi kedua. Sayangnya, untuk triwulan kedua 2019, langkah Huawei mungkin tak semulus sebekumnya. Ini karena Huawei harus menghadapi sanksi oleh Amerika Serikat (AS) terkait pembekuan hubungan bisnis dengan perusahaan asal AS.

Salah-satu dampak yang kini mulai terasa adalah soal harga jual kembali smartphone Huawei. Seperti dilaporkan Forbes, salah satu situs tukar tambah smartphone terpopuler di Inggris, Huawei P30 Pro dalam kondisi baik, sekarang harga jual kembali hanya 100 Poundsterling atau sekitar Rp1,8 jutaan atau turun hingga 90 % dari harga barunya. Di situs yang sama, Samsung S10 +juga dengan  kondisi baik, dapat ditukar dengan  510 Poundterling atau setara Rp9 jutaan atau turun hanya 45% dari harga beli barunya.

Bahkan Huawei P20 juga mengalami hal yang sama. Menurut laporan surat kabar Inggris UK's Express sekitar beberapa bulan lalu harga jual kembali P20 Pro sekitar 280 Pounds, dan sekarang hanya 50 Pounds. Padahal flagship Samsung keluaran 2018 masih ada diisaran 235 Pounds.

Sementara di Singapura harga bekas smartphone Huawei juga terpukul. Laporan Straits Times, satu reseller hanya berani menawar 100 dolar untuk membeli Huawei P30 Pro.  Terpaut jauh dari harga baru yang disarankan yakni 1.398 dolar. Pekan lalu, seorang juru bicara untuk situs perdagangan WeBuyTek mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka telah melihat peningkatan mingguan tukar tambah perangkat Huawei hingga 540%, dan itu adalah lonjakan yang besar. Juru bicara itu mengatakan hal ini mengakibatkan mereka "berhenti sementara menerima pertukaran baru karena kami menduga  nilai perangkat ini akan anjlok." Bloomberg juga melaporkan bahwa jumlah klik pada perangkat Huawei turun 46% dari minggu sebelumnya, menurut PriceSpy, sementara klik pada saingan termasuk Samsung naik, begitu pula jumlah orang "yang menilai handset Huawei mereka."

Seorang juru bicara Huawei meyakinkan akan terus memberikan pembaruan keamanan dan layanan purna jual untuk semua produk smartphone dan tablet Huawei dan Honor yang ada yang telah dijual atau masih ada stok secara global. (*)