pulsa-logo

Google Bujuk Pemerintah AS Untuk Pulihkan Bisnis dengan Huawei, Ada Apa?


Nariswari

Kamis, 13 Juni 2019 • 16:24

google,huawei,sanksi AS,perang dagang,sanksi huawei,AS dan huawei,black list huawei


ilustrasi/doc.PULSAilustrasi/doc.PULSA

Sejak beberapa minggu yang lalu, Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah secara resmi memasukkan Huawei ke  “daftar hitam”. Akibatnya, perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS  dilarang berbisnis Huawei tanpa ijin. Hal itu mengakibatkan Huawei kehilangan dukungan dari  berbagai perusahaan yang vital dalam produksi smartphone, seperti Google dan Qualcomm.

Namun, kabar terbaru yang berasal dari The Financial Times seperti dilansir Ubergizmo, menyebutkan bahwa tampaknya Huawei mungkin telah menemukan “sekutu yang tidak terduga” yakni Google. Google nampaknya saat ini sedang bimbang, dan sedang melobi pemerintah AS untuk mengembalikan kerjasama bisnis dengan Huawei. Ada apa gerangan?

Menurut kabar tersebut, tampaknya Google dengan memutuskan kerjasama bisnis dengan Huawei  dan mencoret Huawei dari bagian ekosistem Android, dapat mendatangkan resiko yang buruk bagi keamanan nasional. Google berpikir bahwa dengan memecah-mecah Android, itu bisa melemahkan sistem operasinya dan memungkinkan pemain asing masuk ke sistem operasi Android.

Huawei memang sedang santer dikabarkan menciptakan sistem operasinya sendiri yang disebut dengan Hong Meng OS. Dan beberapa pihak menyebutkan bahwa  Hong Meng OS itu masih akan berbasis Android melalui AOSP, yang pada dasarnya akan menghasilkan versi Android bercabang yang tidak akan dilindungi oleh fitur fitur keamanan di  Google Play Store.

Resikonya adalah seperti ini, bahwa jika seseorang menggunakan ponsel Android yang aman mengirim sesuatu ke perangkat Huawei yang mungkin memiliki sistem operasi Hong Meng Os ( yang berbasis OS Android), maka dikhawatirkan hal itu bisa membocorkan data yang seharusnya telah dienkripsi.

Namun hingga berita ini ditulis, belum diketahui  apakah pemerintah AS akan menerima atau tidak “bujukan”  Google untuk kembali berbisnis dengan Huawei. Namun untuk saat ini, Huawei telah diberikan penangguhan hukuman 90 hari sampai larangan tersebut berlaku sepenuhnya. (*)

Sumber: 1, 2