pulsa-logo

Teknologi Bikin Anak Muda Terbebani


Arief Burhanuddin

Selasa, 18 Juni 2019 • 13:08

lifestyle, gaya hidup, kaspersky, teknologi, milenial, generasi milenial


Ilustrasi (The Guardian)Ilustrasi (The Guardian)

Teknologi telah mengubah cara kita dalam menjalani hidup, terutama para anak muda.

Sebuah survei terbaru dari Kaspersky menemukan bahwa lebih dari sepertiga (35%) orang-orang yang berusia 55-an ke atas mengalami kesulitan dalam menghadapi tantangan teknologi jika itu tidak dibantu oleh anak-anak mereka. Akibatnya, anak-anak ini memiliki ‘kewajiban’ untuk membantu orang-orang yang lebih tua dan gaptek mengatasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan teknologi seperti pengoperasian komputer, penggunaan smartphone, dan komunikasi internet.

Anda mungkin sering mendengar berbagai pertanyaan seperti, “bisakah Kamu memperbaiki komputer?, bagaimana cara mencari gambar di internet, bagaimana melakukan panggilan video di smartphone?” dilemparkan orang tua kepada anak atau orang yang lebih muda. Sering dianggap biasa, namun jika dilakukan terus menerus menjadi beban bagi mereka.

Di satu sisi, anak-anak milenial ini sedang melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan taraf hidupnya. Memulai startup, bermimpi membeli apartemen, membangun rumah tangga, dan meningkatkan karir mereka.

Adanya berbagai permintaan dan tuntutan keluarga yang berhubungan dengan ketidakmampuan anggota yang lebih tua dalam memahami perkembangan teknologi bisa membuat mereka terganggu.

Tuntutan dari anggota keluarga yang kewalahan terhadap teknologi dan permintaan konsultasi gratis terkadang sudah melewati batas terlalu jauh. Sejauh ini lebih dari setengah milenial (55%) merasa berkewajiban untuk memberikan dukungan teknis sesuai permintaan kerabat lebih tua, seperempat (25%) mengatakan bahwa mereka secara aktif menghindari anggota keluarga yang mereka pikir akan meminta bantuan.

Dengan setengah (52%) orang yang berusia 55 tahun ke atas mengaku mereka tidak memiliki pengetahuan tentang teknologi, empat dari sepuluh (41%) akan menelepon anak-anak mereka atau anggota keluarga muda lainnya untuk mendapatkan bimbingan teknologi jarak jauh.


Sementara itu, 18% orang tua telah kehilangan dukungan teknis dari anak-anak mereka. Akibatnya, demi memenuhi kebutuhan mereka dalam mendapatkan bantuan teknologi, 15% dari orang-orang yang berusia 55 ke atas ini rela memberi imbalan anggota keluarga yang lebih muda ini agar membantu mereka.

“Tidak semua orang tumbuh dengan teknologi - dan oleh karena itu generasi yang lebih tua mungkin merasa tidak nyaman menggunakannya layaknya milenial, atau mereka yang ahli dalam teknologi. Tetapi kami ingin semua orang menikmati peluang yang dapat dan mampu dilakukan oleh teknologi dalam kehidupan. Kami berkomitmen untuk memberdayakan semua orang dengan informasi untuk melakukannya. Pengetahuan yang tepat akan memungkinkan pengguna dari segala usia untuk dapat melakukan aktivitas online mereka dengan percaya diri dan bersemangat menyambut  masa depan” kata Alexander Moiseev, Chief Business Officer, Kaspersky.

Ketergantungan yang berlebihan pada kaum milenial untuk menjadi pahlawan dalam dukungan teknologi bahkan mempengaruhi hubungan keluarga, hingga kebiasaan mereka dalam memberikan hadiah. Hampir sepertiga (30%) menghindari membeli hadiah berupa teknologi kepada anggota keluarga yang lebih tua, karena tahu bahwa merekalah yang nanti akan repot.

“Kemajuan dramatis teknologi mulai dari dalam mobil, kantor, dan lingkungan sosial telah menantang semua generasi untuk terus belajar cara memanfaatkannya. Mereka yang berada di paruh kedua kehidupan menemukan perubahan yang luar biasa dan seringkali takut ditipu, diekspos atau ketakutan akan menjadi target dari perubahan luar biasa tersebut, dan seringkali milenial lah yang terpaksa datang untuk menyelamatkan. Dipersenjatai dengan pengetahuan, millenial dianggap tidak memiliki masalah berarti dalam teknologi dan sedikit lebih terikat pada inner Bill Gates,” tambah Kathleen Saxton, psikoterapis.