pulsa-logo

WhatsApp Segera Miliki Fitur 'Share Status' ke Facebook, Instagram, dll


Nariswari

Jum'at, 28 Juni 2019 • 15:12

WhatsApp,update status,Facebook,Instagram,Google Photo,Gmail


IlustrasiIlustrasi

WhatsApp kabarnya sedang menguji fitur yang memungkinkan pengguna membagikan ‘update status’ mereka ke jejaring sosial populer, seperi  Facebook atau Instagram serta layanan seperti Gmail atau Google Photo.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari  The Verge, fitur ini tidak mengharuskan pengguna menautkan akun mereka untuk menggunakan fitur ini.

Fitur Share Status di aplikasi WhatsApp ini akan menggunakan API berbagi data iOS dan Android. Ini berarti data ditransfer antara aplikasi langsung di perangkat. Bahkan jika status dibagikan di Instagram, yang merupakan produk milik Facebook lainnya, pembaruan status ini akan dianggap sebagai dua peristiwa baru yang diposting terpisah dalam sistem  di Facebook dan tidak akan ditautkan.

Meskipun terhubung dengan beberapa jejaring sosial,, tidak ada opsi untuk membagikan status ke layanan lain secara otomatis. Tiap kali mengunggah status, pengguna  akan disodorkan  pilihan untuk Share Status ke jejaring sosial lain atau tidak.

WhatsApp perlu melangkah hati-hati, mengingat cara layanan digunakan, sebagian besar karena sifat privasinya dibandingkan dengan perusahaan induknya yakni Facebook. WhatsApp berjanji tidak akan membagikan data pengguna dengan Facebook dan mengatakan bahwa  fitur baru ini akan berfungsi secara independen.

Namun, pada 2016 WhatsApp mengubah kebijakannya dan mengatakan akan mulai berbagi data pengguna dengan Facebook untuk mendorong iklan bertarget. Status WhatsApp saat ini memiliki lebih dari 500 juta pengguna harian, dan mereka  mengonfirmasi akan mulai menampilkan iklan mulai tahun depan.

Awal tahun ini, Facebook mengatakan akan mengintegrasikan layanan perpesanannya - WhatsApp, Instagram dan layanan Messenger melalui backend standar. Meskipun dikatakan akan menerapkan enkripsi end-to-end, namun hal ini berisiko. Langkah ini  memang  pasti akan meningkatkan bisnis periklanan Facebook, namun  masih harus dilihat bagaimana miliaran pengguna akan bereaksi terhadap  layanan tersebut  ketika dirilis. (Naris/Ozi)


Sumber: 1, 2