pulsa-logo

Smartphone Refurbish Disukai Konsumen AS, Tapi,


Nariswari

Kamis, 04 Juli 2019 • 19:20

perilaku konsumen AS,konsumen smartphone AS,survey


ilustrasiilustrasi

Model smartphone di Amerika Serikat tentu tidak sebanyak di Indonesia. Sebab, beberapa merek asal Cina di sana tidak tersedia di sana.  iPhone dan Samsung bisa disebut sebagai merek paling popular. Namun demikian, menurut survey, hanya separuh dari penduduk di Amerika Serikat (AS) yang bisa mengenai model ponsel lewat gambar.

Decluttr, yang merupakan platform populer penjual gadget bekas di AS baru saja memposting temuan terbaru mereka  terkait dengan perilaku konsumen di sana. Menurut penelitian mereka, separuh (50%) dari responden di AS  tidak dapat mengidentifikasi model atau seri smartphone mereka lewat gambar/ foto.

Bagian lain yang menarik adalah bahwa sekitar sepertiga orang Amerika Serikat  menyatakan perangkat tersebut memiliki kemampuan 5G. Padahal  pada kenyataannya, ponsel cerdas dengan modem 5G masih belum dijual secara resmi di Amerika Serikat pada saat penelitian saat sedang berlangsung.

Decluttr  malakukan  survey dan berbicara  dengan banyak  konsumen di  Amerika Serikat dari segala usia untuk mengetahui berapa banyak mereka menggunakan ponsel mereka setiap hari. Mayoritas mengatakan mereka sudah mengganti  (membeli baru) perangkat mereka dalam 12 bulan terakhir. 31% dari orang-orang tersebut  membeli smartphone baru karena unit yang lama sudah rusak, sementara hanya seperempat dari responden mengatakan mereka menginginkan ponsel yang memiliki kinerja lebih cepat dan spesifikasi yang lebih gahar.

Decluttr  kemudian  memberi responden gambar-gambar unit smartphone, meminta mereka mengidentifikasi perangkat mereka. Nah, di sinilah yang cukup menarik. Karena  50% dari pengguna iPhone tidak dapat menunjuk ke model aktual yang mereka gunakan!  Sedangkan 71,32% pengguna Samsung Galaxy S9 + masih  bisa menebak dengan benar.

Sebagian menebak smartphone yang ditunjukan didukung  5G yakni sebanyak 31%, 62% mengklaim mereka melihat adanya  peningkatan pada layanan seluler mereka saat setelah  menggunakan jaringan 5G, bahkan jika itu tidak tersedia secara luas.

Terkait dengan produk refurbish, konsumen di sana yakin mereka bisa menghemat hingga 400 dolar AS, mekskipun kenyataannya hanya 6% dari seluruh koresponden yang memilikinya. Decluttr  juga menemukan fakta bahwa  50%  dari orang Amerika Serikat  bersedia membeli unit smartphone refurbish,  akan tetapi mereka harus percaya bahwa smartphone baru tersebut aman, saat ini 44% konsumen di AS masih tidak percaya produk refurbish aman.  (*)


Sumber: 1, 2, 3