pulsa-logo

Lima Tahun Tunaiku, Layani Hampir 300 Ribu Nasabah


Aldrin Symu

Kamis, 11 Juli 2019 • 22:23

tunaiku, fintech,


Tunaiku, produk financial technology (fintech) di bawah Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2 Amar Bank merayakan lima tahun melayani masyarakat Indonesia untuk digital lending services. Pionir produk fintech, Tunaiku mulai dibangun pada tahun 2014. Sekarang ini, aplikasi Tunaiku  telah diunduh lebih dari 2,5 juta kali dan memberikan layanan ke hampir 300 ribu nasabah dan hadir di 16 kota besar Indonesia. Ulang tahun ke-5 Tunaiku yang diadakan di Hotel Sultan, Jakarta (11/7/19) dihadiri oleh Direksi Tunaiku, Managing Director Amar Bank sekaligus founder Tunaiku Vishal Tulsian, karyawan (Amarites), tamu undangan, dan media.

Vishal Tulsian, founder Tunaiku memilih lending berbasis digital untuk memulainya. Dalam kesempatan acara ulang tahun Tunaiku, Vishal mengatakan, “Bermula dari visi untuk membagikan senyum ke lebih dari 200 juta, Tunaiku memilih digital lending untuk membawa senyuman ke masyarakat Indonesia.”

Ketika ditanya mengenai membawa senyuman, Vishal menjelaskan visi Tunaiku, “Mengapa senyuman? Karena Tunaiku ingin meringankan beban finansial dari masing-masing inpidu melalui layanan-layanan keuangannya. Perwujudan keuangan yang inklusif masih akan memerlukan waktu yang panjang dan tidak serta-merta menghapuskan kemiskinan, namun ketika kami dapat membantu seseorang mewujudkan kebutuhan-kebutuhan produktifnya dan membantu mereka mengelola keuangannya, sesederhana memberikan senyuman di wajah mereka. Senyuman pun diharapkan mengacu pada kepuasan nasabah, kami harap mereka yang terlayani oleh Tunaiku merasa puas. Karena bagi kami dampak sosial yang positif berawal dari senyuman.”

Vishal juga mengatakan, “Kami percaya bahwa akses ke keuangan adalah bagian dari aspek hak asasi manusia ketika masyarakat semakin berkembang menuju hak atas standar kehidupan yang memadai, kesehatan, dan kesejahteraan. Amar Bank melalui Tunaiku mendorong inpidu untuk mengejar pendidikan dan kualitas hidup yang lebih baik,” jelasnya lebih lanjut.

“Tunaiku ingin terus membawa perubahan yang baik bagi masyarakat Indonesia, membantu meningkatkan inklusi keuangan (financial inclusion) dan memberikan tools yang dapat membuat masyarakat meningkatkan kesejahteraannya melalui layanan berbasis fintech. Selain layanan yang sudah ada yaitu personal loan, prioritas kami saat ini adalah memperluas layanan bagi para pelaku UMKM,“ papar Vishal.

Pada kesempatan yang sama Head of Retail Credit Tunaiku Abraham Lumban Batu memaparkan perjalanan Tunaiku, “Pada saat Tunaiku dimulai tahun 2014, Indonesia baru memasuki tahap awal penerapan fintech. Tantangan utamanya adalah mengedukasi masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan mereka kepada kami. Sebagian besar masyarakat belum tahu mengenai layanan kami. Setelah lima tahun, masyarakat Indonesia sudah mengetahui berbagai manfaat dari layanan fintech.”


Pertumbuhan Tunaiku juga ditunjukkan dengan jumlah unduhan aplikasi Tunaiku Mobile yang mencapai lebih dari 2,5 juta pengunduh. Dari sisi jumlah pinjaman yang disalurkan ke nasabah telah lebih dari Rp2 triliun. Rata-rata nasabah Tunaiku meminjam untuk kebutuhan produktif dengan tiga kategori tertinggi sebagai berikut sekitar 93 ribu senyuman untuk renovasi rumah, lebih dari 43 ribu senyuman untuk modal usaha, lebih dari 27 ribu senyuman untuk biaya pendidikan.

Hal ini juga terlihat dengan peningkatan jumlah pegawai. “Diawali dengan 17 orang pegawai pada 2014, saat ini pegawai Tunaiku telah mencapai lebih dari 700 orang. Penambahan pegawai ini merupakan suatu upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik seiring dengan peningkatan jumlah nasabah,” ungkap Vishal. Dalam hal literasi keuangan, Tunaiku selalu mendorong nasabah untuk menjadi inpidu yang bertanggung jawab. “Mereka yang benar-benar ‘membutuhkan’ cenderung memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pengelolaan keuangannya, dan kami pun mendorong mereka untuk mewujudkan kebutuhan-kebutuhan yang produktif,”  kata Vishal.