pulsa-logo

Platform Mobile Ini Tawarkan Kemudahan Akses Layanan Kesehatan


Hairuddin

Kamis, 18 Juli 2019 • 20:15

HonestDOcs, Platform Kesehatan, Perilaku Seks, Riset Kesehatan Nasional, Pendidikan Sejak Dini,


Platform Kesehatan HonestDocsPlatform Kesehatan HonestDocs

Budaya Indonesia memang cukup tabu untuk membicarakan seputar perilaku seks secara terang-terangan. Masyarakat menganggap bahwa topik seks harus dihindari karena merupakan masalah personal rumah tangga masing-masing. Padahal, kurangnya edukasi tentang seks dan hubungan intim menjadi salah satu penyebab dari tingginya angka penyakit menular seksual, kasus kehamilan di luar nikah, hingga efek psikologis lainnya.

Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan  Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) baru berkisar di angka 57,1%. Ini berarti, puluhan juta remaja Indonesia masih belum memiliki pengetahuan reproduksi tentang bagaimana cara melindungi diri dari perilaku seksual berisiko, pencegahan kehamilan, atau penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.

“Banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses ke fasilitas medis, terutama mereka yang tinggal di luar kota-kota besar. Kami di HonestDocs berkomitmen untuk memberikan solusi terhadap masalah ini. Kami ingin memberikan edukasi kepada para pasien dengan konten-konten medis yang telah ditinjau oleh dokter, sehingga bisa memerangi konten hoaks yang sering beredar saat ini. Selain itu, kami juga menyediakan tanya jawab dengan dokter secara online, hingga layanan pengiriman obat-obatan untuk para pasien,” jelas tim medis HonestDocs.

Untuk mengatasi stigma tabu tersebut, HonestDocs, sebuah platform informasi kesehatan dengan 20 juta pengguna aktif, melakukan penelitian nasional yang melibatkan total 6.877 responden dari berbagai usia dan jenis kelamin. Responden penelitian terdiri dari proporsi responden wanita sebesar 54% dan pria sebesar 46%, dan dominasi usia di antara 18-34 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola perilaku seksual masyarakat Indonesia, termasuk frekuensi hubungan intim dan masturbasi.

“Banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses ke fasilitas medis, terutama mereka yang tinggal di luar kota-kota besar. Kami di HonestDocs berkomitmen untuk memberikan solusi terhadap masalah ini. Kami ingin memberikan edukasi kepada para pasien dengan konten-konten medis yang telah ditinjau oleh dokter, sehingga bisa memerangi konten hoaks yang sering beredar saat ini. Selain itu, kami juga menyediakan tanya jawab dengan dokter secara online, hingga layanan pengiriman obat-obatan untuk para pasien,” jelas tim medis HonestDocs.

Lewat layanan yang dimilikinya, HonestDocs ingin menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat seputar kesehatan dan kesejahteraan dengan cara yang mudah dan dapat diakses oleh semua orang.

Tidak hanya menawarkan layanan informasi kesehatan serta penjemputan dan pengiriman obat-obatan, HonestDocs juga menghadirkan layanan percakapan online untuk tanya-jawab dengan dokter secara langsung. Semuanya dikemas dalam satu platform aplikasi yang interaktif.


Riset Kesehatan HonestDocsRiset Kesehatan HonestDocs

Sebagai catatan, hasil riset yang dilakukan HonestDocs menunjukan setidaknya ada tiga poin penting terkait perilaku seks di masyarakat Indonesia.

Pertama, riset HonestDocs menemukan bahwa 74% responden berusia 12-17 tahun menyatakan tidak aktif secara seksual, sementara 21% diantaranya mengaku melakukan seks setiap hari. Jika dibandingkan, persentase anak remaja yang melakukan seks setiap hari lebih tinggi dibandingkan responden lain dari kelompok umur yang lebih dewasa (18-54 tahun).

“Temuan ini cukup mengkhawatirkan, terutama karena seks yang dilakukan pada usia muda dan kurang bertanggung jawab dapat meningkatkan risiko kanker serviks, HIV/AIDS, atau penyakit menular seksual lainnya. Remaja yang sering melakukan seks tanpa proteksi juga meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan,” kata tim medis HonestDocs.

Selain itu, riset HonestDocs juga menunjukkan bahwa lebih dari 60% responden berusia 18-24 dan 65 tahun ke atas tidak aktif melakukan hubungan seksual. Sedangkan responden usia produktif (25-64 tahun) rata-rata aktif secara seksual dengan frekuensi beberapa kali dalam seminggu. Hal ini disebabkan karena libido pasangan yang masih tinggi, keinginan untuk menjaga keharmonisan pasangan, ataupun karena ingin memiliki anak.

Kedua, data dari HonestDocs menunjukkan bahwa frekuensi aktivitas seksual wanita meningkat ketika memasuki masa menopause (55-65 tahun ke atas), dimana 44% responden mengaku melakukan seks setiap hari. Menurut tim medis HonestDocs, meningkatnya aktivitas seksual didorong karena wanita sudah tidak lagi merasa khawatir akan terjadinya kehamilan.

Ketiga, berdasarkan survey dari HonestDocs, masyarakat Indonesia yang paling sering melakukan hubungan intim, baik setiap hari maupun 2-3 kali seminggu, berada pada tiga provinsi, yaitu Sulawesi Tenggara (60%), Papua (50%), dan Bali (46%). Sebaliknya, Sumatera Barat, Papua Barat, dan NTT, menjadi tiga provinsi dengan rata-rata 23% responden kurang aktif berhubungan seksual.

Dengan pemaparan riset tentang pola perilaku seksual masyarakat Indonesia, HonestDocs berharap bahwa stigma tabu di masyarakat dapat pelan-pelan dihilangkan. Pendidikan seksual dari usia dini adalah kunci penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan reproduksi masyarakat Indonesia.