pulsa-logo

Slow Travel Jadi Tren Baru Mendongkrak Like di Sosmed


Hairuddin

Jum'at, 26 Juli 2019 • 10:55

Sosmed, slow travel, tren slow travel, travel influencer, liburan, traveloka, cara baru liburan, destinasi wisata, liburan hemat,Cari hotel Instagramable di Traveloka


(Fitur Likes di Instagram)(Fitur Likes di Instagram)

 

Menjamurnya travel influencer yang menampilkan semua kegiatan liburannya di media sosial, cukup berperan besar pada meningkatnya pertumbuhan industri pariwisata sebuah daerah. Berdasarkan hasil study dari University of Georgia, wisatawan lebih tertarik mengunjungi tempat wisata yang sedang viral dan akan banyak mendapat feedback positif dalam bentuk likes atau komentar di media sosial.

Efek dari fenomena ‘likes’ ini semakin banyak wisatawan khususnya anak muda yang merencanakan liburan hanya demi mendapatkan konten media sosial. Para traveller dadakan ini akan berlomba-lomba mengunjungi sebanyak mungkin destinasi wisata dalam waktu yang sesingkat mungkin. Imbasnya, esensi dari pariwisata yakni untuk mengenal dan menikmati keunikan tempat tersebut perlahan-lahan mulai tergerus.

Hingga akhirnya muncul lah tren baru liburan di kalangan milenial yang dikenal sebagai “slow travel”. Konsep ini menekankan bahwa kualitas pengalaman yang didapatkan selama liburan jauh lebih penting dan tidak terlupakan dibanding kuantitas tempat wisata yang dikunjungi. Alih-alih berusaha untuk mengunjungi semua daftar tempat wisata yang terkenal, wisatawan bisa fokus untuk berinteraksi dengan warga lokal, mempelajari budaya dan kuliner sekitar, dan benar-benar menikmati waktu liburan untuk mengasingkan diri sejenak dari rutinitas hidup yang semakin cepat pada destinasi spesial pilihannya.  

Slow travel memiliki berbagai manfaat dan memberikan pengalaman yang lebih memuaskan bagi wisatawan. Pertama, karena ritme liburan yang lebih santai dan tidak terburu-buru, wisatawan tidak akan mengalami ‘tourist burnout’ atau kelelahan akibat mengunjungi terlalu banyak tempat dalam waktu singkat dan sulit menikmati momen-momen menyenangkan.

Kedua, konsep slow travel juga merupakan cara berlibur yang bisa membantu wisatawan untuk menghemat anggaran. Ketiga, slow travel memungkinkan wisatawan untuk bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai latar belakang.

Untuk yang penasaran dan ingin mencoba konsep liburan ala slow travel, bisa menyimak beberapa tips berikut.


1. Kurangi kunjungan ke tempat-tempat wisata mainstream

Langkah pertama melakukan slow travel adalah mengubah pola pikir ‘takut ketinggalan’. Jangan terdorong untuk berlomba-lomba mengunjungi sebanyak mungkin kota, negara, atau tempat wisata hanya untuk membandingkannya dengan orang lain. Sebaliknya, kurangi kunjungan ke tempat-tempat wisata mainstream dan pilihlah beberapa destinasi yang menjadi fokus liburan. Dengan begitu, ada lebih banyak waktu luang untuk benar-benar menikmati dan mengeksplorasi sisi sejarah, budaya, atau kearifan lokal dari tempat tersebut..

2. Jangan takut berinteraksi dengan warga lokal

Makin canggihnya teknologi kadang membuat wisatawan mengabaikan bantuan warga lokal. Misalnya lebih banyak mengandalkan Google Maps ketimbang bertanya dan berinteraksi langsung dengan orang sekitar. Jika ingin mendapatkan pengalaman liburan yang benar-benar otentik dan tidak dibuat-buat, wisatawan harus berani untuk berinteraksi dan meminta rekomendasi dari warga lokal. Untuk memudahkan interaksi, wisatawan juga direkomendasikan untuk mempelajari beberapa istilah sapaan dalam bahasa lokal.

3. Terbuka pada pengalaman-pengalaman baru

Dengan kehadiran media sosial, ada kecenderungan bahwa setiap wisatawan sudah memiliki ekspektasi tersendiri terhadap suatu negara - berdasarkan apa yang mereka lihat di foto dan video. Untuk mengaplikasikan konsep slow travel, bebaskan pikiran Anda dari semua ekspektasi ini dan terbukalah pada pengalaman-pengalaman baru.

Dari beberapa tips tersebut, setidaknya ada gambaran apa saja yang harus dilakukan wisatawan yang ingin mengoptimalkan liburan sekaligus mendongkrak ‘like’ di sosmed. Dan untuk mencoba mencari rekomendasi lokasi maupun tips traveling yang lebih seru lagi, beberapa penyedia layanan traveling yang dapat diakses langsung dari smartphone via aplikasi mobile pun banyak menawarkan paket-paket menarik seperti contohnya Traveloka.

Platform mobile layanan hiburan ini telah bermitra dengan ratusan ribu akomodasi lokal di berbagai negara. Mulai dari hostel yang menawarkan interaksi dengan turis lain, sampai cari hotel Instagrammable di Traveloka yang nyaman, kini wisatawan bisa mendapatkan pilihan terbaik untuk liburan ala slow travel.