pulsa-logo

Mewujudkan Potensi Smart City yang Sesungguhnya


Fauzi

Jum'at, 23 Agustus 2019 • 20:59

Smart City,Future City


Ilustrasi, Image: ShutterstockIlustrasi, Image: Shutterstock

Kemungkinan besar, Anda pernah mendengar istilah "smart city" atau "future city", yang biasanya mengacu pada kota-kota besar yang bergantung pada teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup penduduknya. Tanpa disadari, banyak dari kita sudah tinggal dan menikmati kehidupan di smart city. Jakarta misalnya, melakukan transformasi ke smart city berdasarkan 6 pilar, Smart- Governance, People, Living, Mobility, Economy dan Environment. Kota-kota lain pun sama, di mana pemanfaatan aplikasi layanan masyarakat yang lebih pintar marak digunakan, sebut saja Trafi, Travoy (Jasa Marga), PLN Mobile, termasuk juga aplikasi waspada gempa atau indeks kualitas udara, pemandu berlalu lintas hingga layanan kesehatan. Di sana terlihat jelas pemanfaatan sensor, Internet of Things dan analitik data sebagai solusi beragam masalah publik.

Bagaimana cara kerjanya?

Aspek dasar dari smart city bukanlah jumlah sensor atau perangkat yang dimiliki, tapi lebih kepada penggunaan teknologi yang memampukan penata kota dan badan pemerintahan untuk mengurangi beban pada infrastruktur kota dan meningkatkan standar hidup masyarakat.

Baik itu sistem manajemen otomatis, layanan pemerintahan digital, sumber informasi digital, aplikasi seluler, maupun akses ke staf pemerintah via platform media sosial, masyarakat smart city memanfaatkan teknologi untuk mempermudah kegiatan sehari-hari. Kota kemudian menjadi badan mandiri yang menggunakan data untuk terus meningkatkan kualitasnya.

Contoh di negara tetangga—Singapura, proses digitalisasi sistem pemerintahan kota dimulai jauh sejak 1980 dengan adanyaRencana TI Nasional (National IT Plan). Kini, Singapura adalah satu contoh model smart city ideal, dengan lebih dari 80 persen penduduknya memanfaatkan layanan publik via daring, mengurangi panjang antrean di kantor pemerintah serta memperbaiki alur kerja.

Teknologi smart city

Perubahan di pemerintahan kota akan menjadi mustahil tanpa adanya perubahan besar pada Teknologi Informasi dalam 20 tahun terakhir. Penerapan dan penggunaan teknologi mutakhir juga merupakan faktor pembeda lain dari sebuah smart city.


Secara teknis, smart city adalah jaringan telematika urban yang membuka akses terhadap sumber pengetahuan secara terpusat dan terbarui secara real time, berisi informasi tentang layanan kota, status infrastruktur, dan juga penyaluran daya.

Tentunya, perangkat lunak yang tepat seperti platform IoT andal akan sangat dibutuhkan sebagai basis untuk mengumpulkan, menyatukan, dan mengelola data-data masif tanpa henti, sehingga informasi terbaru siap sedia dan digunakan sesuai kebutuhan masing-masing kota.

Pendekatan dengan platform terpusat membantu untuk mengatur, mengoptimalkan, meningkatkan manajemen sumber daya, serta mencegah potensi isu negatif sembari memanfaatkan teknologi cerdas seperti machine learning dan kecerdasan buatan.

Kemampuan-kemampuan kota yang didapatkan meliputi manajemen kemacetan lalu lintas hingga pengawasan lingkungan, sehingga pihak yang berwenang dan pemangku kepentingan lainnya mendapatkan gambaran atas titik-titik beban kota. Melalui pengawasan dan analisa isu, mereka dapat membuat keputusan dengan tepat waktu dan didukung oleh data, baik dalam hal perencanaan maupun penanggulangan.

Sebagai contoh, platform IoT Nexign mengumpulkan data cuaca untuk memengaruhi mode operasional jaringan pendistribusian panas, dan berdasarkan data tersebut, insiden pipa air akan ditindaklanjuti dengan perubahan operasional transportasi kota. Dari sudut pandang ekonomi, hal ini membantu mengurangi biaya operasional secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Aspek lain adalah analitik prediktif. Analisa secara real time atas data pada perangkat IoT tidak hanya mampu mengoptimalkan operasional, tetapi juga mencegah kegagalan perangkat dengan cara pemantauan proaktif atas kondisi perangkat serta melakukan perbaikan berkala sebelum kerusakan benar-benar terjadi.

Saat ini, perangkat lunak cerdas sudah terpasang pada sarana dan prasarana transportasi di beberapa kota. Ini membuktikan tingginya nilai platform IoT terstandar, yang dapat mengintegrasikan dan memroses data IoT dari semua perangkat lunak dengan benar untuk keuntungan kotanya.

Mengapa perlu dilakukan?

Sebuah Smart Nation mampu menjangkau banyak industri dan pemegang kepentingan untuk mendorong inovasi dan efisiensi yang bersifat people-centric ke seluruh negeri, dan ke berbagai bidang mulai dari pembangunan kota hingga layanan kesehatan, pendidikan, energi, keamanan, dan layanan publik.

Pun, bisa mengembangkan kapabilitas untuk mengatasi berbagai tantangan modern, seperti menjawab permasalahan masyarakat yang beragam, memberikan layanan publik yang efisien, dan mempertahankan standar hidup yang tinggi.

Model manapun yang dipakai Smart Nation, aspirasinya akan selalu untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, lincah, dan mudah beradaptasi dengan perubahan. Pada aspek ini saja, timbal balik ekonomi, modal sosial, dan pencapaian politiknya akan luar biasa.

Para penyedia barang akan menuai keuntungan dari efisiensi pembayaran, pencegahan gagal bayar dan pengendalian pencurian sumber daya. Untuk para penduduk, mereka bisa menikmati cara lebih mudah dan nyaman ketika membayar tagihan, mengecek penggunaan listrik-gas-air, bahkan mengurangi biaya dengan cara optimasi penggunaan. Penggunaan alat ukur pintar otomatis dapat membantu mengurangi konsumsi. Misalnya, termometer pintar yang secara otomatis menyesuaikan suhu ruangan rumah, lampu pintar yang mendeteksi ada tidaknya orang di dalam ruangan lewat sensor gerakan atau panas, sampai soal mematikan lampu secara otomatis di malam hari.

Sistem pintar untuk masyarakat yang lebih baik dan infklusif

Mengambil contoh lagi dari Singapura, di wilayah perkotaan barunya terlihat jelas penerapan desain perkotaan cerdas. Rumah-rumah memiliki sensor di dalamnya yang dapat mendeteksi jatuh dan kecelakaan lain di dalam rumah. Untuk lansia yang tinggal sendiri, ada karpet pintar yang bisa segera memberi tahu dokter dan memanggil layanan darurat untuk mengirimkan bantuan.

Distrik-distrik akan dirancang sedemikian rupa sehingga manula sepenuhnya terintegrasi ke dalam kehidupan kota sehari-hari. Ada pintu rumah pintar yang tak memerlukan kode sandi rumit, perangkat pintar yang dapat menghubungi layanan darurat kapan saja tanpa bantuan manusia, dan dispenser cerdas yang mengeluarkan dosis obat yang tepat pada waktu yang tepat, sekaligus memberi pengigat bagi mereka yang punya gangguan ingatan.

Masih ada opsi lain seperti manajemen lalu lintas cerdas. Analis memperkirakan bahwa lebih dari 25 persen kemacetan bersifat sementara dan disebabkan meningkatnya masalah pada jalan. Solusi IoT yang tepat bisa mengatasi hal itu, dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.

Penyedia layanan lalu lintas mengawasi situasi pada peta dengan indikator warna dan berbagai kamera jalan. Jika ada insiden, mereka dapat segera menginformasikan kepada pihak yang berwajib seperti polisi, pemadam kebakaran, ambulans, petugas gas, air dan listrik. Bahkan, mode lampu lalu lintas bisa disesuaikan. Pelaporan masalah lalu lintas dikelompokkan ke dalam jam, hari, dan lokasi insiden untuk membantu menentukan titik-titik dengan masalah berulang, sekaligus merancang solusinya.

Kota Pintar, Masyarakat Bahagia

Ketika orang-orang, informasi, dan benda sudah ada di mana-mana serta saling terhubung, ditambah dengan menyatunya teknologi sebagai bagian integral pemerintahan, maka aktivitas sosial dan bisnis dapat berfungsi dengan baik setiap saat sehingga masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih bahagia dan memuaskan. Hal ini akan menambah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, perihal keamanan dan keselamatan, serta menumbuhkan rasa memiliki di dalam benak para pemegang kepentingan lingkungan perkotaan.

Nexign sangat mendukung inisiatif smart city yang membantu meningkatkan mata pencaharian masyarakat. Kami menanamkan teknologi terbaru seperti analitik prediktif dalam solusi Nexign, memampukan pelanggan untuk seketika mencari akar permasalahan dan menyelesaikan masalah dengan sesedikit mungkin sumber daya.

Penulis: Andrew Tan, Direktur Regional, Nexign Asia Tenggara