pulsa-logo

Vape Dicurigai Jadi Penyebab 1 Tewas dan Hampir 200 Orang Mengidap Penyakit Paru


PULSA

Selasa, 27 Agustus 2019 • 10:54

dampak negatif vape,vaping,vapor,rokok elektrik


alat vaping (vapor) / ilustrasi alat vaping (vapor) / ilustrasi

Konsep vaping dan e-rokok dirancang unkittuk membantu orang mengurangi rokok biasa. Namun, mengingat bahwa Vaping masih dianggap reliatif baru, tidak banyak yang diketahui tentang bahan kimia yang digunakan dalam cairan vape dan jenis komplikasi kesehatan apa yang mungkin disebabkan dalam jangka panjang.

Beberapa penelitian menyebutkan vaping aman, beberapa lainnya mengatakan sebaliknya. Namun, di AS, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) baru-baru ini mengidentifikasi dan menandai kematian yang bisa disebabkan oleh vaping, atau setidaknya memiliki semacam ikatan dengan itu. CDC telah menyelidiki serangkaian penyakit paru-paru yang telah terjadi belakangan ini, di mana ada sekitar 193 kasus yang dilaporkan.

Salah satu dari kasus tersebut telah mengakibatkan kematian setelah dirawat di rumah sakit, yang dicurigai disebabkan oleh vaping. Namun, CDC belum mengkonfirmasi jika itu yang terjadi, dan penyelidik yang sedang menyelidiki kasus tersebut belum mengidentifikasi kaitan yang sama. Dikutip dari Ubergizmo, Brian King, wakil direktur terjemahan penelitian di pisi rokok dan kesehatan CDC, mengakui dia mencatat bahwa tidak ada senyawa yang ditemukan dalam cairan  vape yang secara langsung terkait dengan perawatan di rumah sakit baru-baru ini.

Namun, King memperingatkan bahwa mungkin ada implikasi bagi kesehatan paru-paru. "Intinya adalah bahwa ada berbagai hal dalam aerosol rokok elektronik yang dapat berdampak pada kesehatan paru-paru." Sementara itu, satu-satunya kematian yang kita tahu terkait langsung dengan vaping datang dalam bentuk kasus pada tahun 2018 di mana e-rokok meledak di wajah seorang pria, mengakibatkan kematiannya. (*)

Sumber via