pulsa-logo

Ini Fokus Utama BigJava untuk Mengolah Big Data di Indonesia


Hairuddin

Kamis, 05 September 2019 • 17:57

BigJava, Big Data, Analisa Big Data, Big Data Analytic, Ini Teknologi Big Data milik BigJava, Downstream, Migas, Big Data Migas


Ruli Harjowidianto, CEO BigJava di event IPA Convention & Exhibition 2019Ruli Harjowidianto, CEO BigJava di event IPA Convention & Exhibition 2019

IPA Convention & Exhibition kembali digelar. Tahun 2019 ini menjadi tahun ke-43 yang diselenggarakan untuk mendukung dan mempromosikan industri hulu migas di Indonesia. Acara ini telah memfasilitasi berbagi pengetahuan, jejaring dan kemitraan antara industri dan pemerintah selama bertahun-tahun dan akan terus menjadi platform dan tolok ukur terkemuka untuk industri ini, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.

Di event tahunan kali ini, IPA (menampilkan Sesi Paripurna dan Khusus, Sesi Teknologi dan juga Presentasi Lisan serta Poster dari makalah teknis selama 3 hari (4-6 September). Salah satu yang cukup menarik adalah diskusi panelyang disampaikan oleh CEO BigJava, Ruli Harjowidianto.

Bos besar dari perusahaan yang bergerak di bidang IT, khususnya tentang pengembangan serta penelitian di Big Data Analytic ini memaparkan pentingnya Big Data Analytic di Industri Migas.

Ruli menegaskan, jika sebelumnya pengelolaan Big Data lebih didominasi oleh perusahaan ‘luar’ dengan source dan biaya yang sangat besar, lewat teknologi serta fasilitas milik BigJava akan jauh lebih efisien dan memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi.

“Kami punya yang namanya Social Network Analytics dan juga Oilficial Intelligent, yang mampu memproses data dengan lebih maksimal dan menghasilkan output yang akurat”, ungkap Ruli di sela-sela acara IPA Convention & Exhibition 2019, di Jakarta.

Ruli juga menyampaikan, setidaknya ada tiga fenomena pengelolaan Big Data yang ada di industri yakni Upstream, Midstream dan Downstream. Rata-rata, perusahaan pengolahan Big Data saat ini lebih banyak berkutat pada level Upstream ketimbang Midstream maupun Downstream. Dan BigJava akan fokus menggarap segmen Downstream.

“Kami tidak punya expertise di Upstream yang saat ini dikuasai oleh perusahaan besar, dan mereka tidak main di Downstream. Makanya BigJava akan fokus di Downstream”.


Di level ini, data yang diolah sumbernya langsung ke tingkatan yang lebih kecil yakni user atau pengguna. Ruli mencontohkan, data penjualan oli di tingkat pengecer yang cukup besar dan tersebar dimana-mana bisa dengan mudah didapat dan diolah untuk menghasilkan prediksi kebutuhan oli di lokasi tertentu.

Hasil analisa ini diklaim lebih penting dan mampu mempengaruhi prediksi di level Midstream maupun Upstream. Ruli menggambarkan, jika sudah diketahui jumlah kebutuhan oli di tingkat pengecer, otomatis perusahaan pengeboran migas bisa menghitung secara tepat berapa jumlah migas yang harus disedot dari perut bumi.

Di sisi teknologi, BigJava mengkustomisasi serta men-develop sendiri semua tools yang diperlukan untuk mengelola Big Data. “Kita membuat sendiri, men-develop sendiri mulai dari hardware sampai software”, tutup Ruli.