pulsa-logo

CEO Bigjava: Penerapan Big Data Analytic Bisa Pangkas Biaya Eksplorasi Migas


Hairuddin

Jum'at, 06 September 2019 • 07:59

Bigjava, CEO Bigjava, Ruli Harjowidianto, Big Data, Big Data Analytic, Big Data Migas, Perusahaan Data Lokal, Bigjava Fokus di Downstream Migas


CEO Bigjava, Ruli HarjowidiantoCEO Bigjava, Ruli Harjowidianto

Saat ini, pengelolaan sumber data terkait Migas di tanah air masih didominasi oleh perusahan besar yang rata-rata berasal dari ‘luar’.

Padahal menurut CEO Bigjava, Ruli Harjowidianto, data penting semacam ini harus dikelola oleh perusahaan Nasional. “seharusnya, terkait pengelolaan Big Data di Industri Migas khususnya, lebih baik dilakukan oleh perusahan lokal. Hal ini terkait dengan sumber data yang berasal dari lingkungan sendiri dan tentunya perusahaan lokal lebih mengerti situasi dan kondisi sekitar”, ungkapnya di ajang Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2019 di Jakarta.

Ruli juga mengatakan,”Di era serba digital ini, semua sumber data di industri Migas harus diolah dan di-digitalisasi-kan secara menyeluruh mulai dari Downstream, Midstream hingga Upstream. Di BigJava, kami menawarkan solusi terbaik yang bisa dimanfaatkan oleh industri untuk menghasilkan keputusan yang benar-benar strategis”.

Menjawaab tantangan untuk mengelola sumber data yang sangat sensitive ini, BigJava pun akhirnya ikut terjun sebagai perusahaan nasional yang fokus mengelola Big Data Analytic untuk industri Migas.

“Sebagai perusahaan nasional, kami berharap semua industri bisa memanfaatkan teknologi pengolahan big data dengan menggandeng penyedia layanan yang memiliki misi serta visi untuk kemajuan bangsa dan negara”, ungkapnya.

Efisiensi penggunaan teknologi Big Data Analytic dilihat dari sisi biaya yang dikeluarkan dan hasil yang didapat sangatlah besar. Contohnya dibidang Oil & Gas, pada sisi hulu (Upstream), biaya yang dikeluarkan untuk mengeksplorasi suatu tempat sangat lah besar, dan resiko kegagalan juga besar dikarenakan tidak adanya data mengenai keadaan setempat dan catatan dari daerah sekitar pada waktu sebelumnya. Sedangkan dengan menggunakan teknologi Big Data, dapat diperkirakan dan dihindari resiko kegagalan dari sebuah eksplorasi.

Perbandingan nilai investasi sebuah sistem teknologi Big Data, dengan biaya eksplorasi sebuah sumur tanpa teknologi Big Data adalah bagai membandingkan hidup dengan handphone dan hidup tanpa handphone di jaman sekarang, dan di kota besar seperti Jakarta ini, dan harus bepergian kemana-mana.