pulsa-logo

Tanpa Google Play Store, Ini Strategi Huawei untuk Rangkul Pengembang Aplikasi


Nariswari

Jum'at, 20 September 2019 • 15:42

huawei appgallery,google play store,huawei mate 30 tanpa google


Huawei AppGallery (don Gizchina)Huawei AppGallery (don Gizchina)

Huawei secara resmi telah memperkenalkan Huawei Mate 30 Series kemarin (19/9)  yang merupakan smartphone pertama dari Huawei yang terlahir di bawah aturan pelarangan perdagangan yang dikeluarkan awal tahun ini oleh Departemen Perdagangan AS yang melarang perusahaan-perusahaan Amerika menjual barang atau jasa ke Huawei. Akibatnya, Google tidak diizinkan untuk memberikan kontribusi apapun yang merupakan bagian inti dari Android, terutama Google Play Service ke smartphone Huawei terbaru tersebut.

Google biasanya melisensikan Android versi terbaru, yang saat ini adalah Android 10, untuk digunakan ke berbagai  pabrikan smartphone di seluruh dunia. Akan tetapi perangkat Huawei Mate 30 Pro memilih AOSP, versi open source Android 10. Ini adalah alasan mengapa Huawei tidak punya pilihan selain melupakan  Google Play Service. Selain itu, ini dikarenakan versi open source Android benar-benar gratis dan tidak ada integrasi Google.

Google Play Service adalah bagian penting dari setiap perangkat berbasis Android dan inilah cara dan pengalaman yang dihadirkan di  mayoritas handset yang diberdayakan Android di seluruh dunia. Terutama dalam hal mendapatkan dan mengunduh beragam aplikasi yang akan dijalankan di smartphone. Google Play Services lebih dari sekadar cara bagi Google untuk melakukan pra-instal aplikasi sendiri. Ini adalah saluran untuk berbagai hal yang membantu pengguna dalam menikmati pengalaman di smartphonenya.

Dan sekarang tanpa hadirnya Google Play Service, sebagai gantinya  Anda akan menjelajahi web melalui Browser Huawei dan mengunduh aplikasi melalui Huawei AppGallery. AppGallery besutan Huawei ini memiliki sekitar 45.000 aplikasi. Dan  menurut Huawei jumlah ini  merupakan jumlah yang cukup besar untuk ekosistem apps store baru. Sayangnya, jika kita dibandingkan dengan jumlah aplikasi yang “nongkrong” di  Google Play Store  adalah lebih dari 2,7 juta aplikasi.  Itu jelas menjadikan toko aplikasi Huawei hampir tidak memiliki cukup daya untuk bersaing dengan Google Play Store.

Jadi, bagaimana cara Huawei meningkatkan AppGallery mereka dengan tepat? Menurut CEO Huawei Richard Yu, mereka telah menyiapkan Program Insentif HMS Ecosystem. Program ini menginvestasikan dana lebih dari USD$ 1 miliar untuk mendorong pengembang untuk membangun aplikasi dan aplikasi yang mereka buat tersebut dipasarkan pada ponsel Huawei di luar China.

Huawei juga bahkan memberikan iming-iming bagi hasil yang lebih besar bagi para pengembang tersebut yakni  85%, dibandingkan dengan 70% yang ditawarkan Google dan Apple saat ini.

Richard Yu mengatakan bahwa mereka terpaksa melakukan hal tersebut. Huawei sebenarnya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Google, akan tetapi pemerintah AS memaksa Huawei  untuk  memutuskan hubungan perdagangan apapun dengan semua perusahaan berbasis di AS. Sehingga Huawei tak memiliki pilihan lain, selain menciptakan ekosistem apps store buatan Huawei  sendiri. (*)


Sumber