pulsa-logo

Dibanderol Hampir Rp40 Juta, Xiaomi Akui Tak Ambil Untung Banyak untuk Mi MIX Alpha


Nariswari

Jum'at, 27 September 2019 • 10:31

mi,mi mix,mi mix alpha,xiaomi,harga mi mix alpha


Mi MIX Alpha (doc Gizchina)Mi MIX Alpha (doc Gizchina)

Beberapa hari yang lalu (24/9), Xiaomi secara resmi merilis smartphone konsep andalannya yakni  Xiaomi Mi MIX Alpha 5G. Smartphone ini memiliki banyak keunggulan tak hanya dari sisi desain, namun juga fitur di dalamnya. Xiaomi Mi MIX Alpha menampilkan rasio layar 180,6%, memiliki dukungan 5G, dibekali triple camera yang salah satunya memiliki resolusi 108MP. Dan hebatnya, smartphone 5G ini dibanderol dengan harga 19,999 yuan (USD$ 2,804 atau Rp.39 jutaan). Diharapkan smartphone ini mulai dijual pada akhir Desember 2019.

Namun, banyak konsumen tidak puas dengan harga resmi Xiaomi Mi MIX Alpha 5G tersebut. Terkait dengan harga Xiaomi Mi MIX Alpha yang ditetapkan oleh Xiaomi, menurut Lei Jun (CEO Xiaomi), seperti dilansir Gizchina, misi ponsel konsep MIX adalah “subversive” yang sebenarnya berapapun biayanya. Team ahli dan insinyur di Xiaomi juga mengkonfirmasi bahwa produksi massal ponsel ini sangatlah sulit. Dan hanya satu dari 100 unit yang dapat digunakan. Dan input biaya serta tenaga kerja dari penggarapan MI MIX Alpha sangat besar.

Li Nan (Founder Xiaomi) membuat perhitungan kasar biaya penggarapan smartphone konsep Xiaomi Mi MIX Alpha 5G kemarin. Juga, ia memberikan beberapa detail mengenai beberapa bagian. Dan ternyata banderol harga 19.999 yuan itu membuat Xiaomi tetap tidak banyak mendapatkan keuntungan saat menjual handset semacam itu. Dengan kata lain, jika Xiaomi mendapat 5% keuntungan dari menjual smartphone seri lain yang dijualnya, maka saat menjual Xiaomi Mi MIX Alpha tidak memberikan keuntungan sebesar itu.

Selain ketidakpuasan harga, banyak konsumen juga mempertanyakan kekuatan layar Xiaomi Mi MIX Alpha. Mereka bertanya apakah layar handset ini akan ditutup/ dilindungi dengan bahan plastik. Menanggapi pertanyaan tersebut Lin Bin (President Xiaomi) mengatakan bahwa  seperti smartphone layar lipat lainnya, Xiaomi Mi MIX Alpha menggunakan bahan yang identik. Namun, handset ini sudah mengatasi masalah pada teknologi ikatan kaca. Pada bulan Desember, ketika MIX Alpha diluncurkan, ukuran batch yang sangat kecil akan datang dengan kaca berikat. Bahan ini jauh lebih kuat dan  lebih indah daripada penggunaan bahan plastik pada layar lipat.  

Lin Bin juga menunjukkan bahwa Xiaomi Mi MIX Alpha dikembangkan bersama dengan smartphone lipat dua arah Xiaomi yang sebelumnya pernah dipamerkan ke publik. Bahkan kode internal keduanya menggunakan seri yang sama. Kedua proyek penggarapan smartphone tersebut dilakukan secara bersamaan untuk mengatasi masalah teknis yang serupa. Hingga akhirnya Xiaomi Mi MIX Alpha diproduksi secara massal meski dalam batch yang tidak terlalu besar. (*)