pulsa-logo

Huawei Optimis Dapat Bertahan Tanpa Dukungan AS


Nariswari

Selasa, 01 Oktober 2019 • 18:39

Huawei Optimis Dapat Bertahan Tanpa Dukungan AS


logo Huawei (ilustrasi)logo Huawei (ilustrasi)

Sejak AS memberlakukan pelarangan perdagangan ke Huawei, hal tersebut menjadi sorotan utama dari banyak pihak. Tidak sedikit yang kemudian mempertanyakan apakah Huawei sanggup bertahan dengan kondisi dibatasi oleh Amerika Serikat (AS).

Nah, CEO Huawei, Ren Zhengfei, seperti dikutip PULSA dari Gizchina menegaskan bahwa Huawei tetap optimis dengan pemberlakukan pembatasan perdagangan oleh AS. Ren selama ini telah sangat vocal di media, sejak AS memberlakukan pelarangan perdagangan ke Huawei. Baru-baru ini, Ren Zhengfei mengatakan bahwa Huawei dapat bertahan hidup secara mandiri tanpa dukungan atau pasokan apapun dari AS. Menurutnya, sejumlah besar perusahaan di China sudah memiliki produk dan menciptakan produk  tanpa suku cadang  dari AS. Dan hal inilah  yang meningkatkan kepercayaan diri Huawei.

Ren percaya bahwa Huawei dapat beralih ke beberapa perusahaan ini, dan mempercayakan pasokan komponen pada perusahaan-perusahaan tersebut secara  konsisten. Namun, dia tidak menyebutkan nama-nama perusahaan tertentu. Ren juga menyebutkan bahwa laporan keuangan Huawei akan lebih baik di paruh pertama tahun depan, dan pemberlakukan pelarangan perdagangan dari AS ini tak akan berdampak buruk pada pendapatan Huawei.

Namun, tidak dipungkiri bahwa Ren Zhengfei masih berharap bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan hubungan baik dan kerjasama  dengan Huawei. Ren mengatakan bahwa Huawei selama ini  telah menjalin kerja sama bisnis dengan perusahaan-perusahaan barat selama lebih dari 30 tahun, dan hampir semua perusahaan tersebut berharap masih ingin melakukan bisnis dengan Huawei.

Jelas, pelarangan perdagangan yang diterapkan oleh AS ke Huawei sudah memengaruhi beberapa perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, salah satunya adalah Microns. Perlu Anda ketahui, Huawei adalah pelanggan terbesar Microns, dengan laba bersih fiskal Q4 2019, pendapatan Microns kini anjlok 87%. (*)