pulsa-logo

Trio Ilmuwan Penemu Baterai Lithium-ion Dianugerahi Nobel 2019


Nariswari

Kamis, 10 Oktober 2019 • 09:15

Trio Ilmuwan Penemu Baterai Lithium-ion Dianugerahi Nobel 2019


ilustrasi/doc 9t05macilustrasi/doc 9t05mac

Di 2019 ini, adalah tahun yang sangat monumental bagi peneliti Jepang bernama Akira Yoshino yang dianugerahi Nobel 2019 dalam bidang kimia. Akira Yoshino bersama peneliti Amerika John B. Goodenough dan M. Stanley Whittingham dianggap sangat berjasa untuk pengembangan baterai Lithium-ion. Mereka membantu menciptakan era baru di berbagai perangkat yang di seluruh dunia, terutama untuk baterai yang dapat diisi ulang.

Hal ini secara resmi disampaikan oleh Royal Swedish Academy of Science pada hari Rabu (9/10). Mereka menyebutkan bahwa hadiah Nobel 2019 dalam bidang kimia telah diberikan kepada trio ilmuwan tersebut untuk pengembangan baterai Lithium-ion, termasuk Akira Yoshino Jepang, John Goodenough dari Amerika Serikat dan Stanley Whittingham dari Inggris.

Akira Yoshino, adalah seorang profesor berusia 71 tahun dari Universitas Meijo di Nagoya dan anggota kehormatan Asahi Kasei Corp. Beliau dikreditkan sebagai salah satu pelopor dalam mengembangkan sumber daya baterai yang banyak digunakan di berbagai perangkat pintar. Dan dari penemuannya inilah  yang kemudian menjadi sangat diperlukan untuk ponsel dan perangkat elektronik lainnya saat ini.

Baterai Lithium-ion juga merupakan teknologi penting yang memungkinkan dunia untuk beralih dari bahan lain yang dianggap kurang modern dan tidak efisien.

Komite Nobel mengatakan bahwa baterai Lithium-ion telah berhasil merevolusi kehidupan manusia secara general,  dan digunakan dalam segala hal.  Mulai dari ponsel hingga laptop dan kendaraan listrik. Melalui jerih payah penemuan dan pengembangan baterai Lithium-ion dari trio ilmuwan tersebut, telah meletakkan dasar/ pondasi yang kuat bagi pengembangan teknologi pengisian daya di masa depan, termasuk teknologi pengisian daya  nirkabel.

Akira Yoshino dalam konferensi pers-nya di Tokyo (9/10) mengatakan bahwa dirinya sangat gembira bahwa pengembangan teknologi baterai Lithium-ion mendapatkan penghargaan yang begitu besar di mata dunia. Dan menjadi salah satu solusi untuk masalah lingkungan hidup. Beliau juga berharap penghargaan Nobel ini akan sangat mendorong para peneliti muda di seluruh dunia untuk mengembangkan berbagai penemuan yang bermanfaat bagi khalayak dunia.

Ilmuwan lainnya yakni Whittingham mengembangkan baterai Lithium-ion fungsional pertama di awal 1970-an. Sedangkan Goodenough menggandakan potensi baterai pada dekade berikutnya. Kemudian Yoshino menghilangkan lithium murni dari baterai, sehingga membuatnya jauh lebih aman untuk digunakan di perangkat mobile. Dia menciptakan baterai lithium-ion yang layak secara komersial pada tahun 1985.


Ketiga ilmuwan tersebut akan berbagi penghargaan uang tunai 9 juta Kronor (USD$ 918.000), medali emas, dan diploma Nobel. Para ilmuwan peraih Nobel tersbeut akan  menerima penghargaan Nobel dan hadiah mereka pada upacara besar di Stockholm pada tanggal 10 Desember 2019. (*)

Sumber: 1, 2