pulsa-logo

Tahun Depan Samsung 'Pede' Jual 6 Juta Unit Smartphone Lipat


Nariswari

Selasa, 22 Oktober 2019 • 17:33

Tahun Depan Samsung 'Pede' Jual 6 Juta Unit Smartphone Lipat


Samsung Fold (image: Samsung)Samsung Fold (image: Samsung)

Sebuah informasi yang bersumber dari publikasi Korea Selatan, ET News menyebutkan bahwa Samsung ingin secara agresif memperluas produksi ponsel lipat garapan mereka di tahun depan. Samsung menargetkan kenaikan penjualan ponsel lipat 10 kali lipat.

Berdasarkan angka penjualan yang dilaporkan oleh Samsung, mereka telah berhasil menjual 500.000 unit di Samsung Galaxy Folds. Tahun depan, Samsung berencana memproduksi 5-6 juta unit. Dan di sinilah Samsung Display berencana untuk meningkatkan produksi komponen layar lipat.

Untuk mencapai target produksi baru yang tinggi tersebut, Samsung perlu berinvestasi di fasilitasnya yang berbasis di Vietnam untuk meningkatkan produksi. Terutama jika ingin beralih ke produksi komponen layar Ultra Thin Glass atau UTG  (yang merupakan bahan yang sulit untuk diproduksi dalam volume tinggi).

Peneliti pasar DSCC memperkirakan bahwa ponsel lipat Samsung yang dijual tahun depan akan menerima banyak permintaan dari pasar global, setidaknya lebih dari 4-5 juta unit. Sementara IHS Markit lebih pesimistis, dengan mengelompokkan angka target penjualan hanya berkuatat di 3 juta unit.

Samsung saat ini sedang mengerjakan model smartphone lipat baru. Salah satu dari model smartphone lipat ini akan melipat secara vertikal, dan mungkin ada model lain yang pelipatannya ke luar.

Model baru smartphone lipat Samsung tersebut dibanderol mulai dari USD$ 1.980, dan sebagai perbandingan Samsung Galaxy Fold dibanderol USD$ 1.500. Smartphone Samsung berdesain clamshell akan siap diluncurkan pada Q1 tahun depan, akan tetapi sebuah kabar yang diterbitkan di ET News menyebutkan bahwa mungkin ada penundaan.

Masalah yang dihadapi Samsung adalah bahwa tren pasar untuk penjualan smartphone premium seperti smartphone lipat, masih rendah dibandingkan smartphone biasa. Salah satunya dikarenakan harga banderolnya yang relative mahal.  (*)


Sumber