pulsa-logo

Gaet IDI, Aplikasi Alodokter Bisa Bantu Dokter Perbaharui Izin Praktek


Arief Burhanuddin

Selasa, 05 November 2019 • 11:47


Meski kesadaran masyarakat Indonesia tentang kesehatan mulai tumbuh, namun beragam kesibukan dan kurangnya fasilitas untuk mnegkomunikasikan permasalahan kesehatan menadi kendala tersendiri. Belum lagi kendala yang dihadapi oleh masyarakat yang ingin berkonsultasi dengan dokter. 

Diantaranya, mereka masih bingung memilih dokter dan jadwal yang hendak mereka sambangi untuk berkeluh kesah soal penyakit maupun kondisi kesehatan. Di sisi lain, masih ada rasa sungkan masyarakat untuk mengutarakan langsung keluhannya ke dokter, trutama untuk hal-hal kesehatan yang sangat pribadi.

Tantangan sekaligus peluang ini kemudian dijawab oleh  Suci Arumsari Co-Founder & Director ALODOKTER dengan menyediakan aplikasi 'one stop soultion' yaitu ALODOKTER. Dalam perkembangannya, ALODOKTER kini didampingi dengan aplikasi ALOMEDIKA yang merupakan platform untuk dokter. 

Kolaborasi dengan IDI

ALODOKTER belum lama ini melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara dengan IDI. Mewakili ALODOKTER adalah Co-Founder dan Director Suci Arumsari. Dari IDI hadir dr. Daeng M Faqih, SH, MH, sebagai Ketua Umum PB IDI dan dr. Alni Magdalena dari ALOMEDIKA.

Kolaborasi ini membuat ALOMEDIKA bisa mengeluarkan poin Satuan Kredit Profesi (SKP) yang diperlukan oleh dokter untuk memperbarui izin praktik. Kerja sama ini juga menjadikan ALODOKTER semakin lengkap dalam segala aspek. Salah satunya adalah status akreditasi yang diberikan oleh IDI.

ALOMEDIKA merupakan platform yang dibuat oleh ALODOKTER untuk mempersiapkan para dokter Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi layanan kesehatan, dengan meningkatkan mutu teknologi pelayanan medis berbasis bukti. Melalui platform ini, ALOMEDIKA berkomitmen untuk memfasilitasi para dokter dengan informasi medis yang akurat, panduan dokter lengkap dan terkini berbasis bukti, serta sarana untuk berbagi pengalaman dengan dokter lainnya di seluruh Indonesia.


Adanya kolaborasi dengan IDI akan semakin memperkuat komitmen ALOMEDIKA dalam memenuhi kebutuhan para dokter. Salah satunya adalah kebutuhan akan poin SKP yang digunakan untuk memperbarui surat izin praktik (SIP) dokter setiap lima tahun. Hal ini tentunya memberikan banyak keuntungan dan kemudahan bagi para dokter, karena dapat mempelajari modul dan mengikuti tes secara online.

“Dengan kepercayaan yang diberikan oleh IDI kepada ALODOKTER, kami optimis dapat membantu para dokter dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga mewujudkan komitmen ALODOKTER untuk menjadi platform yang memberikan solusi dan dukungan kesehatan terlengkap dan terpercaya di Indonesia,” ujar Suci Arumsari, Co-founder dan Director ALODOKTER.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dokter diwajibkan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya, dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini.

dr. Alni mengatakan, “Dengan status akreditasi yang tersandang, saat ini para dokter bisa memperoleh poin SKP melalui aplikasi ALOMEDIKA.  Hal ini menjadikan aplikasi ALOMEDIKA satu-satunya platform dokter terlengkap di Indonesia. Fitur-fitur yang dapat dinikmati para dokter di aplikasi ALOMEDIKA mencakup panduan dan referensi medis terkini khusus dokter dalam bahasa Indonesia, fitur diskusi dokter terbesar di Indonesia, fitur interaksi dengan pasien ALODOKTER, dan fitur untuk mendapatkan SKP secara online.”

Ikatan Dokter Indonesia sebagai organisasi profesi bagi dokter yang diakui berdasarkan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran mempunyai peran dan tanggung jawab untuk memfasilitasi anggotanya agar dapat tetap menjaga kompetensi mereka. IDI juga harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar fasilitasi tersebut dapat menjangkau seluruh anggotanya.

“Kerja sama ini kami lakukan karena ALODOKTER merupakan super app kesehatan nomor 1 di Indonesia. Salah satu platform-nya, yaitu ALOMEDIKA, juga merupakan salah satu komunitas dokter terbesar yang ada. Maka dari itu, kolaborasi ini tentu akan sangat membantu kami dalam memfasilitasi 161 ribu dokter yang tergabung di IDI dan dokter-dokter lainnya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini”, ujar dr. Faqih.